Berita UtamaGaya Hidup

WHO Mengatakan Rokok Elektrik Berbahaya

findonews, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Jum’at (26/7) bahwa rokok elektrik (Vape) sudah tidak diragukan lagi berbahaya dan memperingatkan kepada mereka yang menggunakannya.

Penggunaan Vape dikalangan masyarakat semakin populer, perangkat dengan baterai yang memungkinkan penggunanya menghirup cairan nikotin yang membuat ketagihan menjadikan kekhawatiran akan kecanduan bagi kaum muda.

Dilansir The Jakarta Post, meskipun Vape memiliki kadar racun yang lebih rendah daripada rokok, WHO mengatakan alat itu masih menimbulkan risiko kesehatan bagi penggunanya.

“Meskipun tingkat risiko spesifik yang terkait dengan ENDS (sistem pengiriman nikotin elektronik) belum diperkirakan secara meyakinkan, ENDS tidak diragukan lagi berbahaya dan karenanya harus tunduk pada peraturan,” kata WHO dalam sebuah laporan baru tentang epidemi merokok global.

Belum ada bukti cukup untuk mendukung penggunaan Vape efektif untuk menghentikan perokok, buktinya pada beberapa negara masih ada yang menggunakan keduanya.

“Di sebagian besar negara di mana mereka tersedia, mayoritas pengguna e-rokok terus menggunakan e-rokok dan rokok secara bersamaan, yang berdampak kecil atau tidak bermanfaat pada risiko dan efek kesehatan,” kata laporan itu.

Perusahaan-perusahaan tembakau besar telah secara agresif memasarkan Vape dan produk-produk tembakau yang dipanaskan dalam beberapa tahun terakhir ketika mereka mencari pelanggan baru.

Mereka berpendapat produk seperti itu jauh lebih tidak berbahaya daripada rokok tradisional dan dapat membantu beberapa perokok beralih sepenuhnya ke alternatif yang lebih aman.

Tetapi WHO memperingatkan informasi yang salah yang disebarkan oleh industri tembakau tentang Vape adalah ancaman saat ini dan nyata.

Selain nikotin, Vape mengandung aerosol berlapis logam, yang menurut Vinayak Prasad dapat merusak jantung serta paru-paru.

“Mereka juga sekarang melihat efek jangka panjang apakah itu dapat menyebabkan kanker, tetapi itu tidak diketahui dengan baik,” kata Prasad kepada AFP.

Pembatasan penggunaan Vape di seluruh dunia meningkat, contohnya San Fransisco bulan lalu melarang produksi dan penjualan perangkat tersebut. Kemudian China juga akan membuat regulasi untuk perangkat rokok elektrik.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker