Berita UtamaInternasional

Turki akan Tetap Melanjutkan Serangan ke Suriah

findonews, JAKARTA – Diperkirakan 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di timur laut Suriah, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ketika Turki terus melakukan serangan terhadap pasukan Kurdi meskipun ada kritik internasional terhadap tindakan tersebeut dan kekhawatiran yang dapat mengakibatkan kebangkitan ISIL.

Pejabat bantuan pada hari Jumat (11/10) memperingatkan ‘krisis kemanusiaan lain’ di Suriah yang dilanda perang di tengah pemindahan massal dan laporan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas air, pembangkit listrik dan ladang minyak.

Rupert Colville, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, diberitahu kepada wartawan di Jenewa bahwa setidaknya tujuh warga sipil, termasuk seorang wanita dan seorang anak lelaki, telah tewas sejak operasi lintas-perbatasan Turki dimulai pada hari Rabu (9/10).

Dilansir Al Jazeera, Colville juga mengatakan ada 400 ribu orang lagi di kota Hassakah berisiko tidak memiliki akses air bersih, menurut laporan hal ini disebabkan oleh serangan Turki di stasiun pompa air di kota perbatasan Ras al-Ain, Suriah.

“Apa yang terjadi dan apa yang terjadi dalam 48 jam terakhir sangat mengkhawatirkan, dan saya percaya bahwa kita memiliki semua bahan untuk sayangnya krisis kemanusiaan lain di Suriah,” kata Christian Cardon de Lichtbuer, dari Komite Internasional Palang Merah , Yang berbicara bersama Colville.

Dalam pernyataan berikutnya, PBB mengatakan pasar, sekolah dan klinik tetap ditutup sementara hanya ada satu rumah sakit yang beroperasi di daerah tersebut.

Ini terjadi setelah Dokter Tanpa Batas (MSF) mengumumkan penutupan sebuah rumah sakit yang melayani lebih dari 200.000 orang di kota perbatasan Tal Talyyad di Suriah, tempat beberapa pertempuran terberat pada hari Jumat.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk melanjutkan serangan itu, yang tujuannya adalah untuk menciptakan zona penyangga yang dibebaskan dari para pejuang Kurdi di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi yang saat ini tinggal di Turki juga dapat dimukimkan kembali.

“Kami tidak akan pernah menghentikan langkah ini. Kami tidak akan berhenti, apa pun yang dikatakan orang,” katanya dalam pidatonya pada hari Jumat (11/10).

Turki menegaskan pihaknya menargetkan posisi teroris di daerah perbatasan tersebut dan menunjukkan kehati-hatian mereka  untuk menghindari menargetkan serangan ke warga sipil dan infrastruktur selama operasinya.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker