Berita UtamaInternasional

Trump memecat John Bolton sebagai Penasihat Keamanan Nasional

findonews, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump memaksa John Bolton, penasihat keamanan nasionalnya meninggalkan Gedung Putih pada hari Selasa (10/9) karena memiliki perbedaan pendapat yang signifikan mengenai Iran, Afghanistan, dan serangkaian permasalahan global lainnya.

Dilansir Al Jazeera, Trump mengatakan di Twitter bahwa ia tidak membutuhkan jasa Bolton lagi di Gedung Putih dan meminta penasihat keaman nasional tersebut segera membuat surat pengunduran diri karena ia akan mencari pengganti minggu depan.

“Saya memberi tahu John Bolton tadi malam bahwa layanannya tidak lagi diperlukan di Gedung Putih. Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti yang dilakukan orang lain di Administrasi,” kata Trump.

“Saya meminta John untuk pengunduran dirinya, yang diberikan kepada saya pagi ini. Saya berterima kasih banyak kepada John atas layanannya. Saya akan menunjuk Penasihat Keamanan Nasional baru minggu depan,” tambahnya.

Tetapi Bolton mengatakan hal yang berbeda, ia mengungkapkan lewat cuitannya di Twitter yang mengatakan ia telah menawarkan pengunduran dirinya pada hari Senin (9/9) malam waktu setempat, tetapi Trump mengatakan ‘mari kita bicarakan besok’.

Kepergian itu datang pada saat percobaan bagi pemerintahan Trump di panggung dunia, beberapa minggu sebelum Majelis Umum PBB dan ketika presiden menghadapi keputusan mendesak pada sejumlah masalah kebijakan luar negeri.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan telah meningkat antara Bolton dan Sekretaris Negara Mike Pompeo tentang pengaruh dalam orbit presiden dan bagaimana mengelola keinginan presiden untuk bernegosiasi dengan beberapa aktor paling jahat di dunia.

Bolton mengadakan konferensi pers dengan Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Selasa (10/9). Selama konferensi pers itu, Pompeo mengatakan pasti ada bidang kebijakan di mana ia memiliki pandangan berbeda dari Bolton tentang bagaimana kedepannya.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker