Berita UtamaNasional

SOHIBUL IMAN CS KEMBALI MANGKIR, GEDUNG DPP PKS TERANCAM DISITA PENGADILAN

Findonews, Jakarta – Aset Sohibul Iman cs akan disita Pengadilan dalam kasus dengan Fahri Hamzah. Hal ini dilakukan setelah Sohibul Iman cs kembali mangkir dari panggilan Pengadilan Jakarta Selatan pada Rabu (26/6).

“Sampai jam 12.00 tergugat tidak hadir, jurusita telah menilai mereka tidak menggunakan haknya. Artinya kami akan segera mengirim Surat Permohonan Sita,” kata Mujahid A. Latief, koordinator Kuasa Hukum Fahri Hamzah di pengadilan.

“Para tergugat melaporkan kekayaannya di LHKPN, karena mereka pernah atau sedang menjadi pejabat publik, itu telah memadai dan bisa diketahui publik dengan mudah (sebagai objek sita), misalnya Hidayat Nur Wahid punya aset lebih dari 10 Milyar pada tahun 2012, itu bisa jadi objek sita,” kata Amin Fahruddin, SH, MH kuasa hukum Fahri.

“Demikian juga tergugat yang lain. Tidak menutup kemungkinan juga aset DPP PKS seperti gedung bisa jadi objek sita karena para tergugat melekat padanya jabatan di PKS secara struktural. Kami akan terus detailkan aset tetap maupun bergerak,” sambung Amin lagi.

Dari rilis yang dikirim tim kuasa hukum Fahri Hamzah, penetapan sita eksekusi merupakan lanjutan dari penetapan aanmaning yang dilakukan sesuai ketentuan hukum acara. Setelah adanya permohonan sita eksekusi maka tahap selanjutnya adalah dikeluarkannya Penetapan Eksekusi yang berisi perintah Ketua Pengadilan Negeri kepada Panitera dan juru sita untuk menjalankan eksekusi. Setelah Pengadilan mengeluarkan Penetapan Eksekusi berikut Berita Acara Eksekusi maka tahap selanjutnya adalah lelang aset para tergugat.

“Hari ini kami masih memandang ada itikad baik para tergugat. Namun tidak tampak (niat baik itu) maka akan kami kirim secepatnya Surat Permohonan Sita kepada pengadian dilampiri data aset mereka,” kata Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Slamet, SH, “dalam beberapa hari kedepan ini,” sambungnya ketika ditanya kapan.

Fahri Hamzah yang melawan 5 orang petinggi PKS yaitu Abdul Muiz Saadih, Hidayat Nur Wahid, Surahman Hidayat, Mohamad Sohibul Iman, Abdi Sumaithi telah masuk fase pemanggilan jurusita Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu lalu (19/6).

Teguran kepada Para Tergugat untuk melaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertuang dalam surat tertanggal 21 Februari 2019. Tergugat harus menjalankan 13 amar putusan pengadilan, sampai hari ini belum dijalankan satu pun oleh mereka.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker