Berita UtamaNasional

Sherly Annavita: ‘Kepindahan Ibukota Mengonfirmasi Kegagalan Jokowi’

findonews, JAKARTA Millennial Influencer, Sherly Annavita mengkrtitik langkah Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibukota saat diundang dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di stasiun televisi tvOne Rabu (21/8).

Pada diskusi tersebut, Sherly sebagai milenial merasa keberatan dengan keputusan Presiden Jokowi yang ingin memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimanatan.

Sherly mengatakan, jika alasan Presiden Jokowi memindahkan ibukota untuk mengatasi segala permasalahan di Jakarta, berarti ia mengonfirmasi kegagalannya dalam memenuhi janji kampanyenya.

“Jadi ketika sekarang Beliau menjadikan alasan pindahnya ibu kota ini karena macet, banjir, polusi, seperti tadi kita sama-sama dengar. Maka seolah Beliau sedang mengonfirmasi kegagalannya dalam memenuhi janji kampanye beliau, saat Pilgub dan Pilpres. Atau kegagalannya Beliau sebagai seorang gubernur dan presiden.” ujar Sherly.

Dia juga mengatakan pemindahan ibukota ini dapat menimbulkan konflik baru seperti kecemburuan sosial. Karena menurutnya jika memang untuk pemerataan pembangunan, lebih baik ibukota dipindah ke Aceh atau Papua.

“Karena Bang Fahri tadi juga bilang bahwa seandainya alasannya adalah pemerataan pembangunan, saya pikir seharusnya akan lebih bermanfaat warga Aceh atau warga Papua misalnya yang merasakan pemindahan ibu kota tersebut.”

Menurut Sherly, banyak urgensi lain yang seharusnya didahulukan Presiden seperti mengatasi pengangguran, lapangan kerja, BPJS, hingga beberapa BUMN yang terancam bangkrut. Dia juga menambahkan kondisi keuangan Indonesia cukup mengkhawatirkan.

Sherly menjelaskan, bunga utang Indonesia saja mencapai 275 triliun, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan bunga utang saat akhir kepemimpinan SBY.

“Kita tahu tahun 2019 ini diperkirakan utang Indonesia mencapai 275 triliun. Itu baru hutang bunganya saja, belum pokoknya, dan ini dua kali lipat bunganya dibandingkan tahun Pak SBY, akhir zaman Pak SBY.” jelas Sherly.

Diakhir, Sherly mendoakan Presiden Jokowi bisa lebih baik lagi di periode keduanya dan dapat memenuhi janji-janjinya sehingga tidak akan ada lagi cacian dan makian yang diterima Presiden Jokowi, melainkan doa dari seluruh rakyat Indonesia.

Sherly sendiri merupakan lulusan Hubungan Internasional Univeristas Paramadina dan Fakultas Hukum dan Bisnis di Universitas Swinburne, Australia. Saat ini ia berprofesi sebagai dosen paruh waktu dan pengusaha.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker