Berita UtamaInternasional

Serangan Pemerintah Suriah Menewaskan Tiga Warga Sipil

findonews, JAKARTA – Serangan udara pemerintah Suriah untuk menghentikan konvoi Turki mencapai kota yang dikuasai pemberontak di Suriah utara telah menewaskan tiga warga sipil, sedangkan 12 lainnya terluka dalam serangan di provinsi Idlib pada hari Senin (19/8), kata kementerian pertahanan Turki.

Idlib adalah salah satu dari daerah yang tidak di bawah kendali pemerintah, seharusnya wilayah tersebut dilindungi oleh zona penyangga yang disepakati Turki yang mendukung pemberontak tahun lalu. Namun serangan pemerintah terus meningkat sejak April.

Dilansir BBC, serangan pemerintah tersebut menyebabkan banyak warga sipil yang telah terbunuh dan kekhawatiran akan banyaknya korban meninggal jika situasinya makin memanas.

“Ini adalah mimpi terburuk kami yang menjadi kenyataan,” Jan Egeland, dari Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), mengatakan kepada BBC.

“Kami telah selama bertahun-tahun sekarang memperingatkan terhadap bencana terbesar adalah Idlib, di mana tidak ada jalan keluar untuk tiga juta warga sipil. Ada beberapa militan yang sangat buruk di dalam.

“Tapi serangan besar-besaran di daerah Idlib dan Hama utara yang berdekatan ini akan berarti bahwa satu juta anak akan datang dalam baku tembak yang mengerikan, dan itu yang sekarang tampaknya sedang terjadi.”

Turki, yang mendukung sebagian pemberontak memiliki pasukan di Idlib sebagai bagian dari kesepakatan tahun lalu dengan Rusia.

Menurut Naji Mustafa, seorang juru bicara dari kelompok pemberontak Front Pembebasan Nasional, konvoi tersebut sedang menuju ke salah satu titik dengan bala bantuan ketika serangan itu terjadi.

Namun Suriah mengatakan kedatangan konvoi itu merupakan agresi, dikatakan amunisi tidak akan menghentikan pasukan pemerintah memburu sisa-sisa teroris.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris, sebuah pesawat Rusia melakukan serangan di dekat konvoi pada 19 Agustus.

Turki mengatakan serangan itu melanggar perjanjian tahun lalu, dengan insiden itu meningkatkan kekhawatiran akan bentrokan langsung antara kedua negara.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker