Berita UtamaInternasional

Ribuan Orang Demo di Seluruh Asia Pasifik Untuk Mendukung Hong Kong

findonews, JAKARTA – Ribuan orang melakukan aksi demonstrasi di kota-kota di Australia, Taiwan dan Jepang untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong.

Demonstrasi ‘anti-totaliterisme’ pada hari Minggu (29/9) adalah bagian dari protes global terkoordinasi, dengan pawai solidaritas untuk mengecam tirani Cina, aksi ini direncanakan akan berlangsung di 60 kota di seluruh dunia.

Dilansir Al Jazeera, aksi demonstrasi global ini datang ketika Beijing bersiap untuk menandai peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat Cina pada hari Selasa (1/10) nanti.

Demonstrasi dimulai di Sydney Australia, dengan lebih dari 1.000 demonstran berpakaian hitam turun ke jalan, meneriakkan ‘perjuangan untuk kebebasan’ dan ‘berdiri dengan Hong Kong’.

Di kota-kota Melbourne dan Brisbane, pengunjuk rasa menyanyikan Glory to Hong Kong, lagu pengunjuk rasa di wilayah Cina semi-otonom, menurut video yang diposting di media sosial.

Sementara itu, ‘anti-totaliterisme’ di Hong Kong berujung ricuh dengan polisi menembakkan meriam air, peluru karet dan gas air mata kepada pengunjuk rasa yang membawa bom-bensin dan melempar batu bata.

Demonstrasi dipicu pada bulan Juni oleh undang-undang ekstradisi yang sekarang ditanguhkan, tetapi sejak itu membengkak menjadi gerakan anti-Cina. Beijing mengecam protes tersebut, dan menuduh pemerintah asing, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, mengipasi sentimen anti-Cina.

Bill Lam, seorang pelajar berusia 25 tahun dari Hong Kong yang pindah ke Sydney dua bulan lalu, mengatakan para pengunjuk rasa di Hong Kong sudah sangat putus asa dan hanya ingin pihak berwenang menghormati hak asasi manusia dasar mereka.

“Saya datang ke sini tetapi saya ingin mendukung mereka dari Australia,” katanya kepada kantor berita AFP.

“Saya merasa sangat sedih setiap malam karena saya menonton video langsung (dari Hong Kong) di Facebook dan beberapa media sosial.” tambahnya.

Sekitar dua ribu orang berunjuk rasa di Taipei, ibukota Taiwan, berkumpul di luar parlemen di bawah hujan lebat. Pengunjuk rasa Pan Hou-hsun, yang mengatakan dia berusia empat puluhan, menggambarkan nasib Taiwan dan Hong Kong terhubung karena kedua tempat khawatir tentang meningkatnya ketegasan Cina.

“Untuk melindungi Taiwan yang demokratis dan independen, kami berdiri di belakang Hong Kong,” katanya kepada AFP.

Taiwan telah menjadi negara berdaulat de facto sejak berakhirnya perang saudara pada tahun 1949, tetapi Cina masih memandang pulau itu sebagai wilayahnya dan telah bersumpah untuk merebutnya, dengan kekerasan jika perlu.

Sekitar 400 orang muncul untuk protes di Tokyo Jepang, menurut penyiar NHK. Mereka mengangkat plakat bertuliskan: “Berjuang untuk kebebasan Hong Kong.”

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker