Berita UtamaInternasional

Putin dan Erdogan Melakukan Pertemuan di Moskow

findonews, MOSKOW – Pemimpin Rusia dan Turki telah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan perluasan kerja sama pada sektor pertahanan, bahkan ketika kedua negara memiliki perbedaan mengenai situasi di barat laut Suriah, dimana serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia berlangsung sejak akhir April.

Dilansri Al Jazeera, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pertemuan di Moskow pada hari Selasa (27/8), beberapa hari setelah salah satu pos pengamatan Turki di Suriah dikepung dan konvoi militer mereka diserang oleh pasukan pemerintah Suriah.

Bersama Putin berbicara didepan wartawan, Erdogan mengatakan serangan serangan tersebut telah mengganggu ketenangan yang terjadi setelah Turki dan Rusia sepakat tahun lalu untuk mengubah provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak menjadi zona de-eskalasi.

Erdogan tidak dapat menerima tindakan pasukan pemerintah Rusia yang menyerang warga sipil dari udara dan darat dengan dalih untuk memerangi terorisme.

“Kami tidak ingin ini terus berlanjut. Semua langkah yang diperlukan akan diambil di sini sesuai kebutuhan,” tambahnya. “Situasi [di Idlib] telah menjadi begitu rumit sehingga pada saat ini pasukan kami dalam bahaya.”

Putin mengatakan dirinya dan Erdogan telah menyetujui langkah-langkah tambahan untuk menormalkan situasi di Idlib, tetapi Presiden Rusia itu tidak memberikan rincian apapun.

“Situasi di zona de-eskalasi Idlib menjadi perhatian serius bagi kami dan mitra kami Turki,” kata Putin dalam konferensi pers, merujuk pada kesepakatan September 2018 antara kedua negara yang mencegah serangan besar-besaran Suriah di wilayah itu.

Putin juga mengatakan bahwa negaranya mengkhawatirkan serangan oleh para pejuang di zona itu, yang menargetkan pasukan pemerintah Suriah dan posisi Rusia, ia meminta Turki untuk membasmi serangan-serangan ini. Dia mengatakan bahwa Rusia tidak ingin wilayah ini menjadi ‘surga bagi teroris’.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker