Berita UtamaInternasional

Puluhan Warga Tewas Dalam Serangan Udara di Libya

findonews, MURZUQ – Setidaknya 42 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan udara di selatan Libya. Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang berbasis di ibukota Libya, Tripoli, mengutuk serangan pesawat tak berawak dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (5/8).

Dilansir Aljazeera, pejabat dewan kota, Ibrahim Omar mengatakan serangan pada hari Minggu (4/8) tersebut menyebabkan tewasnya 42 orang dan melukai lebih dari 60 orang yang 30 diantaranya kritis

Dia mengatakan sebuah gedung pemerintah di mana lebih dari 200 pejabat lokal dikumpulkan untuk menyelesaikan perbedaan sosial ditargetkan tiga kali.

“Tidak ada orang bersenjata atau buronan di antara mereka … Haftar membom warga sipil tak bersenjata,” katanya, menyerukan bantuan kemanusiaan karena rumah sakit setempat tidak dapat mengatasi tingginya jumlah korban.

Serangan itu adalah serangan udara besar kedua yang dituding dilakukan oleh Tentara Nasional Libya (LNA) Haftar setelah setidaknya 44 migran dan pengungsi tewas pada Juni ketika sebuah pusat penahanan di pinggiran ibukota, Tripoli, terkena ledakan.

LNA, yang bersekutu dengan pemerintahan saingan di timur negara itu, mengonfirmasi serangan Minggu (4/8) malam di Murzuq, tetapi membantah telah menargetkan warga sipil mana pun.

Pasukan Haftar menyerang Murzuq pada awal tahun ini sebagai bagian dari serangan untuk mengendalikan selatan penghasil minyak.

Tetapi kemudian bergerak keluar untuk memusatkan pasukan ke utara di mana ia berusaha untuk mengambil ibu kota Tripoli dalam kampanye empat bulan.

LNA mengatakan dalam sebuah pernyataan pemogokannya menargetkan pejuang oposisi Chad, sebuah frasa yang biasanya merujuk pada suku Tebu yang menentang mereka di daerah itu.

Uni Eropa, yang sebelumnya menyerukan agar mereka yang melanggar hukum internasional di Libya diadili, mengecam penyerangan tersebut.

“Serangan sembarangan terhadap daerah pemukiman padat mungkin merupakan kejahatan perang dan harus segera dihentikan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker