Berita UtamaInternasional

Presiden Iran Mengatakan AS Harus Menghindari ‘Penghasut Perang’

findonews, JAKARTA – Amerika Serikat harus menjauhkan diri dari ‘penghasut perang’ setelah penasihat keamanan nasional garis keras John Bolton dipecat, kata presiden Iran pada hari Rabu (11/9). Bolton adalah salah satu pendukung terkuat kebijakan ‘tekanan maksimum’ AS terhadap Iran.

“Orang Amerika harus menyadari bahwa para penghasut perang tidak menguntungkan mereka,” kata Presiden Hassan Rouhani dalam sambutannya di televisi.

“Mereka tidak hanya harus meninggalkan perang senjata tetapi juga meninggalkan kebijakan tekanan maksimum mereka.

“Kebijakan perlawanan Iran tidak akan berubah selama musuh kita terus menekan Iran.”

Ketegangan bergejolak setelah AS membatalkan perjanjian internasional bersejarah yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, di mana Teheran menerima pembatasan pada program nuklirnya dengan imbalan bantuan sanksi dan akses ke perdagangan dunia.

Dilansir Al Jazeera, kebijakan tekanan AS termasuk sanksi yang melumpuhkan ditujukan untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran yang berperan sebagai sumber kehidupan ekonomi negara tersebut.

Pemecatan Bolton oleh Presiden Donald Trump pada hari Selasa meningkatkan kemungkinan pembicaraan baru diantara para pesaing, termasuk Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS dan militer Amerika hampir meluncurkan serangan balasan.

Penasihat presiden Iran, Hesameddin Ashena, memuji penembakan itu sebagai tanda jelas kekalahan strategi tekanan maksimum Amerika terhadap Teheran.

Namun Ali Shamkhani, seorang pejabat tinggi keamanan Iran, mengatakan kepergian Bolton tidak berdampak pada bagaimana Teheran memandang kebijakan AS.

Menurutnya yang paling untuk Iran sekarang adalah AS patuh dengan komitmen internasional dan mengangkat sanksi kejam dan ilegal mereka.

Segera setelah kepergian Bolton, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Trump dapat bertemu Rouhani untuk mengadakan pembicaraan pada pertemuan PBB mendatang dengan tanpa prasyarat.

Namun, utusan Iran untuk PBB, Majid Takhteravanchi, mengatakan pemecatan Bolton tidak mengubah posisinya bahwa tidak akan ada negosiasi sampai sanksi ekonomi dicabut.

“Kepergian … Bolton dari pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan mendorong Iran untuk mempertimbangkan kembali pembicaraan dengan AS,” kata Takhteravanchi.

Trump membiarkan terbuka kemungkinan Amerika Serikat dapat meringankan sanksi terhadap Iran, mengatakan pada hari Rabu (11/9) ia percaya Teheran ingin mencapai kesepakatan baru pada program nuklirnya.

“Kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang kemungkinan AS akan mengurangi kampanye tekanannya.

Seorang analis menmbuat cuitan di Twitternya yang meragukan spekulasi pemindahan Bolton dapat meningkatkan peluang pertemuan di Majelis Umum PBB akhir bulan ini.

“Pertemuan semacam itu tidak akan terjadi. Penghapusan orang berkumis [Bolton] dari Gedung Putih tidak banyak artinya,” ujar Mohammad Marandi, kepala departemen studi Amerika di Universitas Tehran.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker