Berita UtamaInternasional

Presiden AS Menyerukan Turki Melakukan Gencatan Senjata Segera

findonews, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (14/10) memberlakukan sanksi terhadap Turki atas operasi militer mereka di timur laut Suriah, dan menyerukan gencatan senjata segera.

Turki melakukan serangan terhadap pejuang Kurdi pada Rabu (9/10) setelah Trump menarik beberapa pasukan AS di wilayah tersebut, hal itu mendapat kritikan karena dinilai AS telah meninggalkan sekutu yang telah berperang melawan ISIL.

Dilansir Al Jazeera, Trump mengatakan dia akan mengirim Wakil Presiden Mike Pence dan penasihat keamanan nasional Robert O’Brien ke Ankara sesegera mungkin dalam upaya untuk memulai negosiasi.

Pence mengatakan Trump telah berbicara langsung dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang berjanji tidak akan menyerang kota perbatasan Kobane.

“Presiden Trump menyampaikan kepadanya dengan sangat jelas bahwa Amerika Serikat ingin Turki menghentikan invasi, menerapkan gencatan senjata segera dan mulai bernegosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah untuk mengakhiri kekerasan,” kata Pence.

Sanksi tersebut berlaku untuk individu, entitas atau rekanan pemerintah Turki yang terlibat dalam tindakan yang menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membahayakan warga sipil atau mengarah pada kemunduran lebih lanjut perdamaian, keamanan dan stabilitas di Suriah timur laut.

Dalam pengumuman sanksi, Trump mengatakan dia menghentikan negosiasi pada kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar dengan Turki dan menaikkan tarif baja hingga 50 persen.

Presiden juga menjatuhkan sanksi pada tiga pejabat senior Turki dan kementerian pertahanan dan energi Turki.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan langkah itu, Trump mengatakan dia akan segera menghancurkan perekonomian Turki jika tetap melakukan tindakan tersebut.

Trump mengatakan serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu.

Menurut Departemen Keuangan AS, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, dan Menteri Energi Fatih Donmez ditempatkan dalam daftar hitam sanksi departemen, membekukan aset mereka di Amerika Serikat dan melarang transaksi terkait AS dengan mereka.

“Saya sudah sangat jelas dengan [Presiden Turki Recep Tayyip] Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi bagi kemungkinan kejahatan perang,” tambah Trump dalam pernyataannya.

“Turki harus memastikan keselamatan warga sipil, termasuk minoritas agama dan etnis, dan sekarang, atau mungkin di masa depan, bertanggung jawab atas penahanan berkelanjutan teroris ISIS di wilayah tersebut.”

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan sanksi akan melukai ekonomi Turki yang sudah lemah dan Pence memperingatkan AS akan terus meningkatkan sanksi kecuali Turki bersedia untuk gencatan senjata, datang ke meja perundingan dan mengakhiri kekerasan.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker