Berita UtamaEkonomi & Bisnis

Perang Dagang AS-Cina Memanas, Pasar Saham Asia Jatuh

findonews, JAKARTA – Peningkatan tajam dalam perang dagang AS-Cina mengguncang para investor menjadikan pasar saham Asia jatuh pada hari Senin (26/8). Sebelumnya pada hari Jum’at (23/8) Presiden AS Donald Trump mengumumkan keaikan tarif secara efektif semua impor Cina ke AS.

Dilansir BBC, hal tersebut terjadi setelah Beijing mengatakan akan memberlakukan bea masuk baru dan menaikkan tarif impor AS ke Cina, akbiatnya indeks Hang Seng Hong Kong turun 3,2% sementara Shanghai Composite menyerah 1,3%.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 2,3%. Yuan Tiongkok melemah ke level terendah baru dalam 11 tahun terhadap dolar AS. Yuan darat sekitar 7,15 per dolar di perdagangan Asia pagi.

Penurunan tajam dalam yuan awal bulan ini mendorong AS untuk secara resmi menyebut Cina sebagai manipulator mata uang, menambah ketegangan antara kedua negara.

“Perang perdagangan antara AS dan Cina telah meningkat secara dramatis,” kata Louis Kuijs, kepala Ekonomi Asia di Oxford Economics.

“Eskalasi tit-for-tat ini menunjukkan betapa tidak mungkinnya kesepakatan perdagangan dan de-eskalasi menjadi.” tambahnya.

Pada hari Jumat (23/8), AS mengatakan akan memulai proses kenaikan tarif impor Cina sekitar $ 250 miliar (£ 203,8 miliar) dari 25% menjadi 30%. Lonjakan itu akan diberlakukan mulai 1 Oktober.

AS juga mengatakan tarif baru untuk barang-barang Cina tambahan $ 300 miliar, yang diumumkan awal bulan ini, sekarang akan berada pada tingkat 15%, bukan 10%. Batch pertama dari tarif tersebut akan diperkenalkan pada bulan September.

Dalam sebuah cuitan, Trump mengatakan ia berencana untuk memerintahkan perusahaan-perusahaan AS yang bekerja di Cina untuk memindahkan operasi mereka kembali ke AS. Tidak jelas bagaimana ia bisa memaksa perusahaan untuk patuh.

Langkah itu muncul setelah Cina menyampaikan serangan perang dagang terbarunya, mengumumkan rencana untuk mencapai barang-barang AS senilai $ 75 miliar dengan tarif baru dan kenaikan untuk bea yang ada.

Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia telah berada dalam pertempuran perdagangan selama setahun terakhir yang telah menyebabkan tarif dikenakan pada barang satu sama lain bernilai miliaran dolar.

Trump telah lama menuduh Cina melakukan praktik perdagangan tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual. Di Cina, ada persepsi bahwa AS sedang berusaha mengekang kenaikannya.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker