Berita UtamaInternasional

Pemimpin Taliban Terkejut Dengan Langkah Trump

findonews, JAKARTA – Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Taliban dimulai dari Oktober 2018 di Qatar yang bertujuan untuk menghentikan perang 18 tahun di Afghanistan, akan tetapi pada Senin (9/9) Donald Trump mengumumkan pembicaraan berhenti tanpa ada kesepakatan.

“Mereka mati. Mereka mati. Sejauh yang saya ketahui, mereka sudah mati,” kata Trump kepada wartawan, menyalahkan serangan Taliban pekan lalu di mana seorang tentara Amerika termasuk di antara 12 orang yang tewas.

“Mereka berpikir bahwa mereka harus membunuh orang untuk menempatkan diri mereka dalam posisi negosiasi yang sedikit lebih baik … Anda tidak dapat melakukan itu dengan saya, sehingga mereka [pembicaraan] mati sejauh yang saya ketahui,” kata Trump.

Langkah Trump tersebut mengejutkan para pemimpin Taliban. Menurut juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka heran dengan hal tersebut karena mereka telah menyelsaikan perjanjian damai dengan tim negosiasi AS.

Setelah sembilan putaran negosiasi di Doha, tampaknya sebagian besar perbedaan antara AS dan Taliban telah diselesaikan. Perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, juga mengatakan bahwa perjanjian damai pada prinsipnya telah difinalisasi.

Sejak pembicaraan dimulai, diskusi difokuskan pada empat masalah utama yaitu jaminan Taliban bahwa tidak akan membiarkan kelompok bersenjata dan pejuang asing menggunakan Afghanistan sebagai landasan untuk melakukan serangan di luar negara itu, penarikan lengkap pasukan AS dan NATO, dialog intra-Afghanistan, dan gencatan senjata permanen.

Shaheen mengatakan perjanjian Taliban dengan AS adalah untuk menawarkan mereka jalan yang aman dalam penarikan pasukan, sesuatu yang akan mereka lakukan jika kesepakatan ditandatangani. Menurutnya sudah kewajiban mereka untuk memberi jalan aman untuk AS apabila menyepakati perjanjian.

“Jika kita menandatangani perjanjian dengan mereka, kita berkewajiban untuk tidak menyerang mereka dan memberikan mereka jalan yang aman. Jika mereka mundur tanpa ada perjanjian damai yang menandatangani dengan kita, itu tergantung pada persetujuan atau keinginan kita [apakah ]akan menyerang atau bukan untuk menyerang mereka, “kata Shaheen.

Akan tetapi jika AS tidak menandatangani kesepakatan, akan menjadi keputusan bagi Taliban apabila ingin menyerang atau tidak, apabila ada alasan tertentu untuk menyerang AS mereka akan menyerang, namun jika tidak ada alasan untuk menyerang mereka tidak akan melakukannya.

“Terserah kita, karena tidak ada kesepakatan. Jadi kita akan menyerang mereka jika kita melihat itu adalah kepentingan kita, kepentingan nasional kita, kepentingan Islam kita. Jika kita melihatnya dalam kepentingan kita untuk tidak menyerang, kita tidak akan serang mereka.

“Jika Amerika ingin tidak menyerang kami, dan mereka ingin mundur, dan mereka menandatangani perjanjian, ya kami tidak akan menyerang mereka … Tetapi jika mereka menyerang kami, mereka melanjutkan pemboman mereka, penggerebekan malam mereka, [kemudian] bahwa akan berlanjut dari pihak kami apa yang telah berlangsung selama 18 tahun terakhir. ” tutur Shaheen.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker