Berita UtamaInternasional

Pembicaraan penting antara AS dan Taliban dimulai di Doha

findonews, DOHA – Para pejabat Amerika Serikat dan perwakilan dari Taliban telah memulai kembali perundingan yang berlangsung di ibukota Qatar, Doha, untuk menemukan solusi damai dari perang panjang Afghanistan yang telah menewaskan ratusan ribu warga sipil Afghanistan.

Dilansir Al Jazeera, pembicaraan yang berlangsung pada hari Kamis (22/8), sehari setelah utusan khusus AS Zalmay Khalilzad tiba di Doha, tetap membicarakan tentang penarikan pasukan AS dan asing lainnya dari negara tersebut dan komitmen Taliban tidak menggunakan Afghanistan sebagai landasan untuk serangan global.

Kedua belah pihak memulai negosiasi damai mereka sejak Oktober tahun lalu dan kesepakatan tentang dua isu sentral ini akan menetapkan panggung untuk negosiasi terpisah antara pejabat Afghanistan dan Taliban mengenai gencatan senjata permanen dan pembagian kekuasaan.

Taliban sejauh ini menolak untuk berbicara Afghanistan, menyebutnya dengan ‘rezim boneka’. Taliban mengatakan setiap keterlibatan dengan Kabul akan memberinya legitimasi.

Dalam sebuah pernyataan yang mengonfirmasi dimulainya putaran kesembilan pembicaraan AS-Taliban, juru bicara kelompok Zabihullah Mujahid mengatakan pada hari Kamis (22/8) bahwa Jenderal Scott Miller, komandan pasukan AS dan misi Resolution Support (RS) yang dipimpin NATO di Afghanistan, juga hadir pada pertemuan di ibukota Qatar.

Setelah berakhirnya perundingan putaran kedelapan pekan lalu, seorang wakil Taliban di Doha yang merupakan bagian dari tim perunding kelompok itu mengatakan kesepakatan damai semakin dekat, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

“Perundingan putaran kedelapan ini sangat produktif dan kami hampir mencapai kesepakatan yang akan diselesaikan dan mudah-mudahan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang,” katanya.

Pada bulan Juni, selama perundingan putaran ketujuh, kedua belah pihak mengatakan ada pemahaman mengenai penarikan pasukan tetapi rinciannya, termasuk jadwal waktu, belum dikerjakan.

Sekitar 14.000 tentara AS dan sekitar 17.000 tentara dari 39 sekutu NATO dan negara-negara mitra berada di Afghanistan dalam peran non-tempur.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker