Berita UtamaInternasional

Pasukan Keamanan Irak Menembaki Pengunjuk Rasa di Baghdad

findonews, JAKARTA – Pasukan keamanan Irak menembaki pengunjuk rasa pada hari Jumat (4/10) di Baghdad setelah mereka berkumpul untuk melakukan unjuk rasa hari keempat melawan korupsi, pengangguran dan layanan publik yang buruk.

Dilansir Al Jazeera, menurut laporan koresponden kantor berita AFP pasukan keamanan Irak menembaki para pengunjuk rasa secara langsung bukan ke udara.

Terlepas dari penembakan itu, ibukota Irak sebagian besar tenang menjelang sholat Jum’at. Jam malam yang sedang berlangsung, ditentang oleh ribuan demonstran pada hari Kamis (3/10), tentara dan pasukan khusus dikerahkan di sekitar alun-alun dan jalan-jalan.

Kekerasan meletus meskipun perdana menteri tampil di TV untuk memberi tahu para pengunjuk rasa bahwa ‘tuntutan sah’ mereka telah didengar dan meminta mereka semua untuk tetap di rumah.

Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi membandingkan langkah-langkah keamanan keras yang diberlakukan pemerintahnya, termasuk memotong layanan internet dan meminta jam malam.

[ad1]

Demonstrasi meletus secara spontan pada hari Selasa (1/10), sebagian besar dipicu oleh kaum muda yang menginginkan pekerjaan, peningkatan layanan seperti listrik dan air, dan mengakhiri korupsi endemik di negara kaya minyak itu.

Pasukan keamanan Irak telah menembakkan peluru langsung dan gas air mata setiap hari sejak itu untuk membubarkan para pengunjuk rasa, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai ratusan lainnya.

Pihak berwenang juga telah memotong akses internet di sebagian besar Irak sejak Rabu (2/10) malam dalam upaya putus asa untuk mengekang pengunjuk rasa.

“Kami tidak akan membuat janji kosong … atau menjanjikan apa yang tidak dapat kami capai,” kata Abdul Mahdi dalam pidatonya di televisi, disiarkan pada pukul 02:30 waktu setempat, Kamis (3/10).

Dia mengatakan ‘tidak ada solusi ajaib’ untuk masalah-masalah Irak tetapi berjanji untuk mengerjakan hukum yang memberi keluarga miskin penghasilan dasar, menyediakan perumahan alternatif, dan memerangi korupsi.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker