Berita UtamaNasional

Pansel Serahkan Nama-Nama Capim KPK ke Presiden

findonews, JAKARTA – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) akan menyerahkan 10 nama yang diseleksi melalui tes wawancara dan uji publik kepada Presiden Joko Widodo pada hari Senin (2/9).

“Pagi kami rapat. Siang jam 15 rencananya diterima Presiden (jika tidak berubah). Sepuluh nama kami serahkan kepada Presiden dan Presiden yang punya kewenangan untuk mengumumkan,” kata anggota Pansel Hendardi kepada CNN Indonesia, Senin (2/9).

Dilansir CNN Indonesia, Herardi mengatakan nama-nama yang diberikan ke Presiden Jokowi telah dipilih melalui seleksi ketat. Masukan-masukan dari beberapa pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi, guru, tokoh, hingga KPK sendiri sudah dipertimbangkan.

“Namun tentu saja hal-hal yang sifatnya dugaan atau indikasi yang belum merupakan kepastian tidak dapat dipaksakan kepada kami untuk kami terima sebagai kebenaran,” ujar Hendardi.

Sejak awal Pansel mendapatkan mandat dari Presiden untuk mendapatkan capim bersih dan berintegritas, menurut Herardi kalau Pansel dikritik harus berubah untuk apa jadi Pansel.

“Kalau Pansel dikritik kemudian mesti berubah ya buat apa buat pansel. Biar saja mereka kritik terus. Tapi kalau cuma dugaan-dugaan atau asumsi-asumsi kepada orang-orang tertentu untuk apa dilayani. Hanya menunjukkan mereka punya interest,” kata Hendardi.

Seleksi capim KPK periode 2019-2023 ini memang menuai banyak kritik, terlebih ketika Pansel meloloskan 20 nama calon. Diantara 20 nama tersebut ada calon yang tidak patuh dalam membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan beberapa nama dengan masa lalu kelam.

Nama-nama tersebut berasal dari latar belakang yang beragam, diantaranya adalah anggota Polri (Antam Novambar, Bambang Sri Herwanto, Firli Bahuri, Sri Handayani), komisioner dan pegawai KPK (Alexander Marwata, Sujanarko), jaksa dan pensiun jaksa (Johanis Tanak, Sugeng Purnomo, Supardi, Jasman Panjaitan}

Selain itu dari karyawan BUMN (Cahyo R. E. Wibowo), penasehat menteri (Jimmy Muhamad Rifai Gani), hakim (Nawawi Pomolango), advokat (Lili Pintauli Siregar), auditor BPK (I Nyoman Wara), Pegawai Negeri Sipil (Roby Arya, Sigit Danang Joyo), dan akademisi (Luthfi Jayadi Kurniawan, Neneng Euis Fatimah, Nurul Ghufron).

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker