Berita UtamaEkonomi & Bisnis

Nissan Akan Memotong 12.500 Pekerjaan

findonews, HONG KONG – Pada kuartal terakhir perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan berada pada posisi terendah, dilansir oleh CNN.

Pembuat mobil terbesar kedua Jepang pada hari Kamis (25/7) mengatakan keuntungan hampir sepenuhnya terhapus pada kuartal pertama tahun fiskal. Laba operasional anjlok 99% di kuartal ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan mereka turun hampir 13% dibandingkan tahun lalu.

Nissan (NSANF) mengatakan akan memangkas sekitar 12.500 pekerjaan dari tenaga kerjanya di seluruh dunia. Itu dua kali lipat lebih banyak dari yang diharapkan perusahaan akan berkurang di bulan Mei.

Perusahaan menambahkan akan mengurangi jajaran produknya setidaknya 10% pada akhir tahun fiskal 2022.

“Ini adalah deskripsi kasar, tetapi fasilitas luar negeri yang merugi akan menjadi target utama,” kata CEO Hiroto Saikawa saat presentasi pendapatan Kamis (25/7) lalu. Dia juga mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah menangguhkan jalur produksi di Indonesia dan Spanyol.

Saikawa menolak untuk mengatakan lokasi lain yang akan terpengaruh oleh pemotongan ini. Awal tahun ini Nissan mengakhiri produksi dua kendaraan mewah di Inggris, menghadapi permasalahan industri yang telah diguncang oleh penjualan yang lemah dan kekhawatiran terhadap Brexit.

Seperti pembuat mobil global lainnya, Nissan menghadapi tantangan berat. Ekonomi global yang lesu telah merusak penjualan, dan perang dagang AS-Cina tetap menjadi risiko besar bagi para produsen. Standar emisi baru, sebagian didorong oleh krisis iklim, juga mengganggu industri.

Namun Nissan juga memiliki masalah sendiri. Mereka kehilangan pangsa pasar di Amerika Serikat dan Eropa. Pada kuartal pertama, misalnya, perusahaan menjual 351.000 unit di Amerika Serikat, memberikannya 7,9% dari pasar, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,1%.

Penjualan Nissan di Eropa, termasuk Rusia, turun lebih dari 16% pada kuartal tersebut dibandingkan tahun lalu.

Nissan juga masih berusaha untuk move on dari kasus mantan presiden Carlos Ghosn, yang masalah hukumnya di Tokyo masih jauh dari kata selesai.

Meskipun ia telah membantah tuduhan terhadapnya, dakwaan Ghosn telah menempatkan ketegangan besar pada kerjasama antara Nissan, Renault (RNLSY) dan Mitsubishi Motors. Ketiga perusahaan telah memperbarui komitmen mereka untuk kemitraan, tetapi ketegangan belum hilang.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker