Berita UtamaInternasional

Militer dan Sipil Sudan Menandatangani Kesepakatan Berbagi Kekuasaan

findonews, JAKARTA – Koalisi oposisi utama dan dewan militer yang berkuasa telah secara resmi menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan final, membuka jalan untuk transisi kembali ke pemerintah yang dipimpin warga sipil.

Dilansir Al Jazeera, perjanjian penting ini ditandatangani pada hari Sabtu (17/8) di ibukota Khartoum setelah negosiasi panjang setelah Presiden sebelumnya, Omar al-Bashir digulingkan.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh wakil ketua Dewan Militer Transisi (TMC), Mohamed Hamdan Dagalo dan Ahmad al-Rabie yang mewakili kelompok Alliance for Freedom and Change.

Upacara tersebut dihadiri oleh para kepala negara, perdana menteri, dan pejabat tinggi dari beberapa negara, termasuk Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed dan Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir.

Di bawah perjanjian itu, pemimpin militer akan mengepalai 11 anggota dewan untuk 21 bulan pertama, diikuti oleh pemimpin sipil untuk 18 bulan berikutnya. Nantinya juga akan membentuk kabinet yang ditunjuk para aktivis dan badan legislatif.

Dewan yang berdaulat akan dipilih masing-masing lima oleh TMC dan koalisi oposisi utama dan satu yang dipilih atas persetujuan kedua pihak.

Kesepakatan itu juga mencakup pembentukan penyelidikan independen terhadap tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa oleh pasukan keamanan.

Pada Juni, pasukan dengan kekerasan membubarkan tempat duduk utama para pemrotes di luar markas militer di Khartoum, menewaskan puluhan orang dan membuat transisi rapuh ke dalam krisis.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker