Berita UtamaInternasional

Menurut PM Malaysia, Zakir Naik Telah Melewati Batas

findonews, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Mahatrir Mohamad mengatakan Zakir Naik telah melewati batas ketika ia menyentuh polotik rasial dan menggerakkan ketegangan rasial di Malaysia.

Dilansir The Jakarta Post, Mahatrir mengatakan dia tidak yakin siapa yang telah memberinya status tinggal permanen tetapi terlepas dari itu, mereka yang memegang status itu tidak dapat berpartisipasi dalam politik.

“Guru agama dapat berkhotbah tetapi dia tidak melakukan itu. Dia berbicara tentang mengirim orang Cina kembali ke Cina dan India kembali ke India. Itu politik,” kata Mahathir dalam konferensi pers, Minggu. (18/8).

Baru-baru ini, dilaporkan bahwa Zakir Naik dilarang untuk berbicara di depan umum di Negara Bagian Penang, Perlis, Kedah dan Sarawak.

Mahathir mengatakan bahwa pemerintah berhati-hati tentang cara mengatakan hal-hal yang sensitif terhadap berbagai komunitas di negara ini.

“Saya belum pernah mengatakan hal semacam ini. Tapi dia menyuruh orang China untuk kembali.

“Jika Anda ingin berbicara tentang agama, silakan, maka itu dibolehkan. Kami tidak ingin menghentikannya dari itu. Tetapi sangat jelas ia ingin berpartisipasi dalam politik rasial di Malaysia. Sekarang, ia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk, ” ujar Mahatrir.

Karena itu, Mahathir mengatakan bahwa polisi harus menyelidiki, apakah dia menyebabkan ketegangan atau tidak, yang menurutnya jelas dia lakukan.

Perdana Menteri juga mengatakan aturan hukum akan dikenakan pada Zakir karena ia dituduh telah berkhotbah tentang politik rasial dan menimbulkan ketegangan rasial.

“Apa pun tindakan yang kami ambil akan sesuai dengan hukum. Pemerintahab ini menghormati aturan hukum,” katanya.

Zakir Naik menanggapi seruan deportasinya dalam sebuah ceramah di Kota Baru, Kelantan pada 8 Agustus dengan mengatakan, orang Tionghoa Malaysia haru kembali terlebih dahulu karena mereka adalah tamu lama dari Malaysia.

Sebelumnya, Zakir Naik bahkan mengatakan bahwa umat Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi daripada Perdana Menteri Malysia Mahathir.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker