Berita UtamaInternasional

Menteri Luar Negeri Iran Memperingatkan Perang Habis-habisan

findonews, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan pada hari Kamis (19/9) bahwa apabila Amerika Serikat atau Arab Saudi melakukan serangan terhadap Iran maka akan menimublkan perang habis-habisan.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif membuat komentar ketika ketegangan di Teluk terus meningkat setelah serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi menghentikan produksi sekitar lima persen dari pasokan minyak dunia.

Pemberontak Houthi yang bersebelahan dengan Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada hari Sabtu (14/9) terhadap fasilitas minyak Saudi, tetapi Amerika Serikat menuduh serangan itu melibatkan rudal jelajah dari Iran dan dianggap sebagai tindakan perang.

“Kami tidak ingin perang, kami tidak ingin terlibat dalam konfrontasi militer,” kata Zarif pada CNN, Kamis (19/9), dengan catatan hal itu akan menyebabkan banyak korban.

“Tapi kita tidak akan berkedip untuk mempertahankan wilayah kita,” tambahnya.

Dilansir Al Jazeera, saat ditanya tentang konsekuensi dari serangan militer Amerika atau Saudi terhadap Iran, Zarif menjawab: “Perang habis-habisan.”

Arab Saudi, yang telah macet dalam konflik berdarah lima tahun di Yaman, mengatakan pada hari Rabu (18/9) bahwa Iran terlibat dalam serangan dan senjata yang digunakan adalah buatan Iran, tetapi tidak secara langsung menyalahkan saingan regionalnya.

“Mereka mengada-ada,” jawab Zarif. “Sekarang mereka ingin menyalahkan Iran, untuk mencapai sesuatu. Dan itulah sebabnya saya mengatakan ini adalah agitasi perang karena didasarkan pada kebohongan, itu didasarkan pada penipuan.”

Iran telah berulang kali membantah tuduhan AS dan Saudi atas keterlibatannya dalam serangan hari Sabtu, dengan mengatakan Houthi-lah yang menghantam fasilitas minyak dalam menanggapi serangan yang sedang berlangsung koalisi militer pimpinan Saudi-Emirat di Yaman.

Pemogokan di pabrik pemrosesan raksasa minyak Saudi, pabrik aramco, Abqaiq, dan ladang minyak Khurais mengurangi separuh produksi minyak kerajaan.

Seorang penasihat senior untuk otoritas tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meminta negara-negara Teluk untuk sadar kembali.

“Mereka [AS dan Arab Saudi] telah menyadari bahwa bermain dengan ekor singa sangat berbahaya dan bahwa jika mereka mengambil tindakan terhadap Iran kapan saja, mereka tahu tidak akan ada hari esok bagi mereka di kawasan itu,” kata Fars mengutip Hossein Dehghan mengatakan.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker