Berita UtamaEkonomi & Bisnis

Menperin Baru Berencana Mengurangi Impor Barang Konsumsi

findonews, JAKARTA – Menteri Perindustrian yang baru saja dilantik, Agus Gumiwang Kartasasmita akan fokus pada pengembangan zona industri dan peningkatan ekspor barang-barang manufaktur selama lima tahun masa jabatannya.

Selain meningkatkan ekspor, ia juga mengatakan berencana untuk mengurangi impor barang-barang konsumsi dan untuk mempromosikan industrialisasi substitusi impor untuk mengurangi defisit neraca berjalan negara, yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena ekspor negara yang lesu.

“Yang paling penting adalah kita harus mengurangi defisit neraca berjalan sehingga kita perlu mengganti produk impor,” kata Agus kepada wartawan dalam pidatonya saat upacara pemindahan tugas di kantor barunya di Jakarta.

Ekspor Indonesia turun 5,74 persen tahun ke tahun (yoy) pada bulan September menjadi USD 14,1 miliar, menandai penurunan ke-11 bulan berturut-turut penurunan yoy menurut BPS. Sementara itu impor turun 2,41 persen yoy pada September menjadi USD 14,2 miliar, menghasilkan defisit perdagangan sebesar USD 160 juta.

Agus mengatakan dia berencana untuk mengembangkan lebih banyak bidang ekonomi dan industri dan juga ingin memperkuat koordinasi antar menteri dalam upaya untuk menghilangkan hambatan birokrasi dalam melaksanakan program pemerintah.

“Presiden telah memberi saya tugas untuk segera menyelesaikan proyek biofuel B100 [minyak kelapa sawit 100 persen],” kata Agus ketika ditanya mengenai rencana jangka pendeknya.

Mantan menteri urusan sosial mengatakan bahwa ia juga ditugaskan oleh Presiden untuk mengurangi impor barang-barang konsumsi.

Dilansir The Jakarta Post, Agus menggantikan Airlangga Hartarto, yang ditunjuk sebagai menteri ekonomi koordinator.

Para ekonom mengatakan mereka percaya kurangnya fokus pemerintah pada pengembangan industri adalah alasan menurunnya kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) negara itu, yang hampir 30 persen pada tahun 2002.

Menurut data Statistik Indonesia (BPS), kontribusi PDB sektor manufaktur turun menjadi 19,52 persen pada kuartal kedua tahun ini, karena sektor ini hanya tumbuh 3,5 persen setiap tahun, di bawah pertumbuhan PDB 5 persen.

Pemerintahan Presiden Jokowi telah berjuang untuk meningkatkan ekspor dalam upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara yang lamban di tengah harga komoditas yang lebih rendah dan meningkatnya ketegangan perdagangan yang telah mengganggu permintaan global.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker