Berita UtamaNasionalPolitik

Mengintip Studio Mini Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta

JAKARTA – Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta ‘membedah’ isi ruang kerja barunya. Ruang penuh buku di lantai dua rumahnya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan itu, berubah menjadi studio mini tempatnya melakukan rapat-rapat dan ceramah Ramadan daring, serta membuat video-video yang akan diunggah di media sosialnya.

Anis Matta melalui keterangan persnya, Minggu (7/6/2020) bercerita semula di meja kerjanya hanya ada satu komputer iMac serta laptop yang selalu dibawa. Namun, sekarang di meja dan ruangan itu kabel-kabel berseliweran, stand ponsel, mikrofon kondensor, dan mikrofon nirkabel lengkap dengan kaki dan filter, dan beberapa lampu led.

“Sejak pandemi Covid-19, saya berusaha beradaptasi dengan kondisi. Rapat-rapat partai harus tetap berjalan, undangan ceramah juga masih banyak, apalagi kemarin kan Ramadan. Karena itu saya menyiapkan perangkat ini supaya interaksi dan komunikasi dengan teman-teman di seluruh Indonesia tetap nyambung,” katanya.

Selama Ramadan, Anis Matta membuat serial video yang diberi judul ‘1 Menit Bersama Islam’ yang ditayangkan setiap dua hari sekali di YouTube dan sampai sekarang seri itu masih dia kerjakan. Selain itu, ia memberi ceramah Ramadan lewat Zoom yang juga disiarkan lewat platform-platform media sosial Instagram, Facebook, dan YouTube.

“Ceramah Ramadan kali ini menarik, beberapa kali dengan tuan rumah yang berbeda, dengan audiens yang tidak terbatas karena online. Walaupun tuan rumahnya di Surabaya, yang mengikuti dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri. Inilah keunggulan teknologi dalam membuka ruang-ruang komunikasi,” ucap Anis Matta.

Eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, bercerita bahwa soal teknologi ia serahkan kepada anak-anaknya yang masuk generasi milenial dan Gen Z.

“Semua saya serahkan ke anak-anak. Mereka adalah generasi ‘digital native’, dikasih gadget sebentar saja sudah di-oprek. Begitu juga detail-detail di media sosial,” kata Anis yang pada Sabtu (6/6/2020) menyampaikan ceramah daring bertema ‘Elemen-Elemen Perubahan menurut Al-Qur’an’.

Menurut Anis, krisis ini menyebabkan ketidakpastian yang panjang dan sangat mempengaruhi mood masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan penanganan dan nanti pemulihan pasca-pandemi harus betul-betul memperhatikan ‘stamina psikologis’ masyarakat.

“Yang memakan energi kita adalah ketidakpastian. Tidak pasti apakah kita sendiri terinfeksi atau tidak, tidak pasti apakah keluarga kita aman, dan tidak pasti kapan krisis ini berakhir,” katanya.

Sekarang, tambah Anis Matta, krisis sudah bergerak dari krisis kesehatan ke krisis ekonomi dan masyarakat sudah mulai kelelahan. Kelelahan terjadi pada sisi psikologi dan ekonomi.

“Ini yang harus dicermati oleh semua pihak, terutama para pengambil kebijakan,” kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu lagi.

Bahkan, Partai Gelora yang ia pimpin pun melakukan adaptasi digital dalam mengurus pendaftaran dan pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Sebagian besar proses itu dilaksanakan secara online.

Termasuk penyerahan SK Menkumham RI tentang pengesahan badan hukum dilaksanakan lewat pertemuan online antara Menkumham Yasonna Laoly dan pemimpin Partai Gelora, serta disaksikan oleh seluruh pengurus Gelora tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Sabang sampai Merauke.

“Saya mengapresiasi Pak Yasonna dan tim yang mampu beradaptasi dan melakukan digitalisasi sehingga pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” ujar Anis Matta.

Kembali ke soal studio mini, Anis bercerita walau ia sudah mulai mengumpulkan alat-alat sejak awal penetapan work from home pada pertengahan Maret, masih ada alat-alat yang dipinjam dari anak-anaknya.

“Ada dua HP yang masih pinjam dari anak-anak saya. Jadi kalau saya live streaming, mereka tidak bisa main medsos atau WA-an. Mereka ngomel dan menyuruh saya beli, tapi saya bilang tokonya tutup karena pandemi,” katanya bergurau. ***

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker