Berita UtamaFindonews Snapshoot

Mengapa Mark Zuckerberg adalah Orang Paling Berbahaya di Dunia?

findonews, JAKARTA – Sebagai CEO dari Facebook, bisnis yang mendapat perhatian dari miliaran orang, Mark Zuckerberg pastinya memiliki kekuatan yang luar biasa. Hal itulah yang menjadikan bos Facebook ini menjadi ‘orang paling berbahaya di dunia’.

Profesor Sekolah Bisnis Universitas New York, Scott Galloway adalah orang yang mengatakan bahwa Zuckerberg adalah orang paling berbahaya di dunia, ia mengatakannya kepada Bloomberg Markets: The Close pada hari Rabu (14/8).

Dilansir CNBC, Galloway berkomentar sambil mendiskusikan langkah Facebook untuk mengintegrasikan layanan messenger dari berbagai platform yang dimilikinya: WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger (Facebook membeli Instagram pada 2012 dan WhatsApp pada 2014).

“Mark Zuckerberg sedang mencoba untuk mengenkripsi tulang punggung antara WhatsApp, Instagram dan platform inti, Facebook, sehingga ia memiliki satu jaringan komunikasi di 2,7 miliar orang,” ujar Galloway kepada Bloomberg.

Kini, Facebook memiliki jumlah pengguna mencapai angka lebih dari 2 miliar. Belum lagi jika digabung dengan dua aplikasi populer lain milik mereka, WhatsApp dan Instagram, yang diyakini angkanya bisa mencapai 2,7 miliar.

“Gagasan bahwa kita akan memiliki satu individu yang memutuskan algoritma untuk tulang punggung terenkripsi 2,7 miliar orang itu menakutkan – terlepas dari niat orang itu,” kata Galloway.

Nantinya, data teresebut pastinya akan menjadi ancaman penyalahgunaan jika Facebook tidak mengamankan sebagaimana mestinya. Terlebih Facebook merencanakan untuk mengintegrasikan ketiga aplikasi miliknya yang menuai banyak kritik.

Langkah Facebook untuk mengintegrasikan ketiga aplikasi miliknya dinilai salah karena tidak akan lagi memberikan keanekaragaman media sosial. Para pengguna juga harus memahami bahwa ketiga media sosial tersebut dijalankan oleh satu sistem yang sama.

Galloway berpendapat, kunci utama perlindungan bagi masyarakat adalah keanekaragaman media/sudut pandang, pemerikasaan, dan keseimbangan. Dia menambahkan, media sosial ang dijalankan pada satu sistem yang sama akan memiliki pengaruh signifikan pada miliaran pengguna dimana mereka mengonsumsi informasi setiap hari.

Banyak yang berkomentar mengkritik gagasan Facebook untuk mengintegrasikan aplikasi milik mereka. Namun, hal ini bukan karena gagasan Facebook yang ingin membuat Whatsapp, Facebook, dan Instagram menjadi satu platform, tetapi karena mereka melihat bahayanya kekuatan Facebook bahkan sebelum ada dua anak perusahaannya.

Galloway mengatakan pemerintah Amerika Serikat punya andil besar terhadap kekuatan yang dimiliki Mark Zuckerberg, terlebih otoritas perdagangan Federal Trade Commission yang mengizinkan Facebook untuk membeli Whatsapp dan Instagram.

“Saya pikir kita semua mungkin menyesal sekarang,” kata Galloway.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker