Berita UtamaNasionalPolitik

Kritik Fahri Hamzah Soal Menteri BUMN tunjuk Ahok Pimpin BUMN

JAKARTA – Rencana Menteri BUMN Erick Tohir menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai sebagai salah satu pimpinan di perusahaan plat merah milik Pemerintah, menuai protes dari berbagai kalangan.

Menanggapi hal ini, mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah usai menjadi narasumber dalam acara Forum legislasi di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019), menyayangkan ide Menteri BUMN tersebut.

Harusnya, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indinesia itu, Eick Tohir sebagai Menteri BUMN tidak memulai dengan orang peseorang. Tapi harus dimulai dengan strategi dan ide dalam membangun BUMN yang kuat ke depan.

“Setrateginya apa? Baru orangnya dicari. Nah sekarang, dengan mempersoalkan orang perseorang, kalau orang bertanya padahal seharusnya kementerian BUMN dan pemerintah secara umum dalam memilih orang, serta harus ada kejelasan tentang status hukum orang tersebut,” ujarnya.

Apabila status hukumnya bersih, maka menurut Fahri siapa pun yang ditunjuk, termasuk Ahok harus dibela oleh pemerintah supaya tidak menjadi bulan-bulanan.

“Itu lah yang saya katakan dari awal, tidak boleh ada diskriminasi terhadap orang yang memang secara hukum mendapatkan kepastian sesuai dengan pasal 23 UUD 1945 bahwa setiap warga negara memiliki pesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. Jadi itu saja yang perlu kita jamin,” tegasnya.

Fahri sendiri menyatakan mendukung jika Ahok masuk ke BUMN. Namun dengan catatan, masuknya Ahok ke BUMN sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kalau itu dia (pemerintah-Red) bikin clear, belalah sudara Basuki dengan terbuka. Saya akan bela jika itu tidak ada kesalahan. Harus fair dong. Semua orang di republik ini berhak mendapatkan hak-haknya. Nggak boleh orang selama-lamanya kita siksa,” pungkas Fahri Hamzah.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker