Berita UtamaInternasional

Korea Utara Menolak Pembicaraan Damai Lebih Lanjut Dengan Korea Selatan

findonews, JAKARTA – Korea Utara menolak untuk membahas lebih lanjut dengan Korea Selatan dan mengatakan keputusannya adalah sepenuhnya kesalahan tindakan Korea Selatan. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan pidato Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Kamis (15/8).

Dilansir BBC, pada hari Jum’at (16/8) pagi, Korea Utara kembali melakukan uji coba menembakkan dua rudal ke laut di lepas pantai timurnya. Ini adalah tes keenam dalam waktu kurang dari sebulan. Enam hari lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang.

Rangkaian uji coba ini datang setelah Presiden Amerika Serikar Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat dalam pertemuan pada Juni untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi. Korea Utara telah menghadapi sanksi internasional untuk pengembangan senjata nuklirnya.

Presiden Moon berpidato pada hari Kamis (15/8) saat peringatan pembebasan Korea dari pemerintahan Jepang dan ia bersumpah untuk menyatukan semenanjung Korea pada tahun 2045. Korea dibagi menjadi dua negara pada akhir Perang Dunia II.

Presiden Moon mengatakan tujuan mencapai denuklirisasi di semenanjung Korea berada pada titik paling kritis karena pembicaraan antara Korea Utara dan Korea Selatan tampaknya menemui jalan buntu.

“Semenanjung Korea yang baru, yang akan membawa perdamaian dan kemakmuran bagi dirinya sendiri, Asia timur dan dunia, menunggu kita,” katanya dalam pidato di televisi.

Dalam sebuah pernyataan, Korea Utara mempertanyakan maksud dari pidato tersebut karena bahkan sampai saat ini, Korea Selatan masih melanjutkan wajib militer. Bahkan dalam pernyataan itu Korea Utara mengatakan Presiden Moon tidak tahu malu.

Korea Utara telah menyatakan kemarahannya atas latihan militer AS-Korea Selatan yang saat ini terjadi, dan menyatakan bahwa kedua negara tersebut melanggar perjanjian yang dicapai Korea Utara dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Moon.

Menurut pihak Korea Utara, pembicaraan untuk mencapai denuklirisasi di semenanjung Korea berada pada titik paling kritis karena menemui kebuntuan itu adalah kesalahan Korea Selatan sendiri karena telah mengadakan latihan militer dengan AS.

“Kami tidak memiliki kata-kata lagi untuk berbicara dengan para pejabat Korea Selatan,” kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker