Berita UtamaInternasional

Korban Selamat Serangan Udara Libya Meminta di Evakuasi

Findonews, Tripoli – Korban selamat dari serangan udara di Libya yang membunuh setidaknya 60 orang telah protes dan meminta segera di evakuasi, dilansir Aljazeera.

Sejak serangan pada Selasa (2/7) malam, ratusan migran dan pengungsi dari Sudan, Etiopia, Eritrea, Somalia dan beberapa negara lain telah bermukim diluar pusat penahanan Tajoura di Tripoli timur dan enggan untuk kembali kedalam karena takut akan serangan susulan.

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli menyalahkan komandan militer pemberontak, Khalifa Haftar atas serangan udara tersebut, sementara seorang jubir untuk Tentara Nasional Libya (LNA) membantah bertanggung jawab.

Beberapa migran disana melakukan mogok makan dan mengatakan yang mereka butuhkan adalah evakuasi. Para korban mengatakan mereka tetap ketakutan meskipun dokter mengunjungi lokasi untuk memberikan bantuan medis dan psikologis.

Mereka menambahkan bahwa pada hari Kamis (4/7), para penjaga berusaha membuat mereka kembali ke dalam aula yang dekat dengan area penyimpanan senjata, mengancam akan memanggil prajurit untuk memaksa mereka masuk jika mereka tidak menurut.

Aljazeera dikirim rekaman di mana penjaga Libya terdengar berteriak kepada para pengungsi dan migran untuk masuk kedalam.

“Sel yang mereka ingin [mengunci] kami didalamnya, terhubung dengan tiga gudang senjata,” kata seorang pengungsi Sudan.

“Sebagai manusia, bagaimana kamu bisa menempatkan orang di sel dekat senjata? Kita tidak perlu tinggal di Tajoura, tolong bantu kami, dunia,” kata pria lain.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker