Berita UtamaEkonomi & Bisnis

KERUGIAN HINGGA RP 88 TRILIUN, INVESTASI BODONG HARUS DIBERANTAS

Jakarta, findonews.com – Total kerugian yang diakibatkan praktik investasi bodong dari tahun 2008 hingga 2018 adalah sebesar Rp 88 Trilun, menurut catatan satgas waspada investasi, investasi bodong ini harus diberantas.

Ketua Satgas Waspada investasi, Tongam L. Tobing mengungkapkan, tingginya kerugian akibat investasi bodong tersebut dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang tergiur dengan bunga yang tinggi yang kadang tidak masuk akal.

“Mereka biasanya tawarkan keuntungan bunga 1% setiap hari hingga 30% itu sangat tidak masuk akal”, ujarnya pada sosialisasi Satgas Waspada investasi, Jakarta.

Dari total kerugian tersebut, termasuk kasus-kasus Pandawa Group yang menawarkan investasi dengan return hingga 10% setiap bulan. Kasus tersebut sudah menelan korban sebanyak 549.000 dengan total kerugian hingga mencapai Rp 3,8 triliun.

Kemudian kasus investasi konsorsium mendulang emas dengan return sebesar 5% per bulan oleh PT Cakrabuana Sukses Indonesia. Total kerugiannya mencapai Rp 1,6 triliun. Ia juga melanjutkan, belum lagi ditambah dengan kasus travel umrah yang korbannya mencapai 164.757 dengan total kerugian hingga Rp 3,042 triliun.

Akan tetapi di sisi lain total kerugian masyarakat tidak dapat diganti oleh aset pelaku investasi bodong yang disita, oleh karena itu ia juga berharap dan menghimbau masyarakat lebih cermat dan teliti sebelum akhirnya memutuskan investasi agar tidak ikut jadi korban investasi bodong.

Bhima Yudhistira Adhinegara, pengamat Institute for Development Economics and Finance (INDEF) mengatakan, pemerintah harus menyikat investasi bodong hingga akar karena menggagu masyarakat.

“Salah satu solusinya meningkatkan literasi keuangan. Agar masyarakat paham dan tidak mengikuti investasi bodong, yang kedua pemerintah memperkenalkan investasi yang resmi nauterjangkau

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker