Berita UtamaNasionalPilpresPolitik

Jurang Kesejahteraan Menganga, Catatan Akhir Tahun 2018 Fahri Hamzah

Foto : findonews.com

Jakarta, findonews.com – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra mengungkapkan, memang banyak lingkup yang harus dievaluasi dari kerja Kesra. Akan tetapi waktu itu DPR mengawalinya dengan semacam evaluasi penggunaan statistik dalam mengukur kinerja sektor Kesra yang mencakup kehidupan dari berbagai sektor seperti kehidupan rumah tangga ibu-ibu, anak anak, pekerja, sektor pendidikan, kesehatan, pekerja migran, agama dan hal lainnya yang cukup sangat luas.

Statistik yang dimaksud Fahri adalah supaya tahun-tahun yang akan datang semua pihak harus secara jujur melihat, misalnya hampir sepuluh juta rakyat Indonesia khususnya anak-anak Indonesia yang gagal tumbuh, tingkat kesejahteraan buruh yang dihadapkan dengan daya beli yang makin menurun, daya beli petani yang makin merosot dan pendapatan per kapita masyarakat yang masih rendah.

“Tapi paling tidak di tahun 2019 ini marilah kita memasuki tahun politik secara jujur, mempertanggungjawabkan statistik yang kita gunakan supaya pengukuran kesejahteraan rakyat itu betul-betul basisnya berdasarkan kenyataan, bukan imajinasi yang tidak sanggup memasuki rumah tangga dan kehidupan masyarakat secara riil, sehingga kita tahu apakah kita sukses atau gagal dalam sektor (Kesra) ini.” Jelas Fahri.

Ia juga mengatakan, di tahun 2018 telah mencoba membuat standar atau metode evaluasi indikator kesejahteraan secara nyata dan akan dilanjutkan di tahun 2019. Hal itu juga menjadi tantangan bagi pejabat pemerintah yang bertugas di masing-masing sektor tersebut. “Pejabat juga harus secara riil mengungkapkan indikator sektoral kepada publik bagaimana standar-standar kehidupan sosial kita dan kesejahteraan rakyat kita secara umum.” ungkap Fahri lagi.

Kedua, Fahri juga mengungkapkan, perlu digaris bawahi, Bangsa indonesia ini bersyukur hidup ditengah masyarakat yang kurang menuntut, jadi tidak harus ada kinerja yang luar biasa karena masyarakat kita sudah cukup puas dengan kinerja yang hanya alakadarnya saja.

“Kita ambil contoh paling hangat di sektor Kesra, penanganan bencana, saya orang dari dapil NTB merasakan betul bagaimana setelah setengah tahun janji pemerintah, sampai hari ini ke masyarakat belum ada yang tertangani. Tetapi relatif masyarakat tidak punya tuntutan. Bayangkan pada hari pertama janji presiden mengangkat buku tabungan yang mau diisi 50 juta sampai hari ini tidak diisi, tapi masyarakat relatif tidak ada masalah,” Jelas Fahri.

“itu yang saya katakan, sebetulnya yang kedua ini harus menjadi bahan introspeksi kita, karena tuntutan masyarakat yang tidak kuat ini lah yang membuat kinerja Kesra yang alakadarnya tidak dituntut untuk luar biasa dan ini harusnya menjadi bahan untuk memperbaiki kinerjanya, karena harusnya malu dengan masyarakat yang tidak punya tuntutan tinggi terhadap kinerja pemerintahan” tambah Politisi PKS itu.

“Ini juga bisa menjadi bahan kita didalam menilai apakah presiden kita kedepan memahami betul isu-isu kesejahteraan rakyat ini isu sektoral yang sangat konrket bagi perbaikan kehidupan masyarakat,” pungkas Fahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker