Berita UtamaInternasional

Inggris, Perancis, dan Jerman Menyalahkan Iran atas Serangan Minyak Saudi

findonews, JAKARTA – Inggris, Perancis , dan Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama di PBB bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua fasilitas minyak Arab Saudi awal bulan ini.

Serangan pesawat tak berawak itu, yang dilakukan pada 14 September, menargetkan fasilitas di Abqaiq, rumah bagi pabrik pemrosesan minyak terbesar perusahaan dan Khurais.

Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu pada hari Senin (23/9) selama pertemuan tahunan para pemimpin dunia PBB untuk mengoordinasikan strategi mereka di Iran.

“Jelas bagi kami bahwa Iran memikul tanggung jawab atas serangan ini. Tidak ada penjelasan masuk akal lainnya,” kata tiga pemimpin dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Perancis.

Dilansir Al Jazeera, ketiga negara tersebut mengatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir Iran 2015, tetapi menuntut kepada Iran untuk kembali pada kepatuhan penuh setelah melanggar beberapa komitmennya.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan upaya diplomatik kami untuk menciptakan kondisi dan memfasilitasi dialog dengan semua mitra terkait yang tertarik dengan peningkatan ketegangan di Timur Tengah.

“Sudah tiba saatnya bagi Iran untuk menerima kerangka kerja negosiasi jangka panjang untuk program nuklirnya, serta masalah keamanan regional, yang meliputi program misilnya.”

Ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul serangan yang menghancurkan lebih dari setengah output dari eksportir top dunia, lima persen dari pasokan minyak global atau sekitar 5,7 juta barel per hari.

Pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tetapi Sekretaris Negara AS Mike Pompeo dengan cepat menuduh Iran, yang menolak tuduhan itu karena menurut Iran tuduhan itu dimaksudkan untuk membenarkan “tindakan” terhadap mereka.

Sementara itu Arab Saudi berjanji untuk menghadapi dan menangani agresi teroris tersebut sebelum mengatakan bahwa mereka yakin serangan tersebut disponsori oleh Iran.

Pada hari Senin (23/9), Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan jika Iran yang melakukan serangan militer tersebut maka itu akan sepenuhnya menghancurkan fasilitas minyak Arab Saudi.

“Jika Iran berada di balik serangan ini, tidak ada yang tersisa dari kilang ini,” kata Zarif kepada wartawan di New York.

Zarif juga mengatakan dia tidak punya alasan untuk tidak percaya pemberontak Houthi Yaman ketika mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak utama Saudi. Dia menyebutnya serangan ‘presisi tinggi, berdampak rendah’ tanpa korban.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker