Berita UtamaEkonomi & Bisnis

Indonesia Melarang Ekspor Nikel Mulai Januari 2020

findonews, JAKARTA – Kementerian Energi dan SUmber Daya Mineral telah mengumumkan bahwa Indonesia akan menghentikan ekspor nikel pada 1 Januari 2020 untuk mempercepat pembentukan smelter domestik sementara cadangan nikelnya terbatas.

Menurut Diektur Jenderal batubara dan mineral Bambang Gatot Ariyono, Indonesia akan membutuhkan sekitar 81 juta ton biji nikel per tahun karena saat ini memiliki 11 smelter yang bekerja dan akan membangun 25 smelter lagi.

Dilansir The Jakarta Post, Bambang mengatakan pelarangan ekspor nikel ini selaras dengan rencana negara untuk mempercepat pendirian smelter sehingga Indonesia dapat menjual produk nikel tambah seperti lempengan besi anti karat.

Kepada pers Bambang mengatakan Indonesia telah mengekspor 38 juta ton nikel hingga Juli tahun ini, untuk itu menurutnya Indonesia perlu memikirkan cadangan nikel, terutama jika terus mengeluarkan izin ekspor.

Indonesia kebanyakan mengekspor bijih nikel mentah daripada produk setengah jadi seperti baterai dan besi anti karat.

Bambang mengatakan bahwa pemerintah memberi perusahaan pertambangan empat bulan untuk menyelesaikan kontrak ekspor mereka karena semua ekspor harus diselesaikan pada 31 Desember.

Rencana tersebut dua tahun lebih awal dari rencana awal pemerintah yang ingin melarang ekspor bijih nikel pada Januari 2022.

Indonesia adalah produsen nikel terbesar dunia pada tahun 2018 dengan 560.000 ton. Produksi rata-rata negara diharapkan tumbuh 8,1 persen pada periode 2018-2027, mengungguli semua produsen nikel global lainnya seperti Filipina dan Kanada.

Indonesia memiliki cadangan terbukti sekitar 698 juta ton nikel yang dapat ditambang selama tujuh hingga delapan tahun ke depan.

Bambang mengakui bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi cadangan 2,8 miliar ton nikel tetapi mereka perlu dieksplorasi.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker