Berita UtamaNasional

‘Habib Rizieq Berhak Untuk Pulang ke Indonesia’

findonews, JAKARTA – Wasekjen PBNU Isfah Abidal Azis membuat pernyataan dalam sebuah video yang mengatakan bahwa tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berhak untuk pulang ke Indonesia.

Video tersebut kemudian tersebar luas di internet dan menjadi viral, Isfah mengatakan pernyataan yang ada pada video tersebut merupakan pendapat pribadinya dan tidak mengatasnamakan PBNU.

“Kalau sikap resmi PBNU, tentunya yg dikeluarkan dan disampaikan oleh Rais Aam atau Ketua Umum PBNU, atau yang ditugaskan untuk menyampaikan,” kata Isfah.

Dilansir CNN Indonesia, dalam video tersebut Isfah menjelaskan tiga konspe persaudaraan yang dikenal oleh NU, yaitu ukhuwah islamiyah dengan prinsip islam, ukhuwah wathaniyah dengan prinsip kebangsaan, dan ukhuwah basyariyah dengan prinsip kemanusiaan.

“Dari sisi ukhuwah islamiyah, persaudaraan keislaman, maka kami berpendapat bahwa saudara kami al Habib Muhammad Rizieq bin Shihab berhak untuk pulang dan kembali ke indonesia, itu yang perlu saya sampaikan,” katanya.

Isfah juga menegaskan video tersebut bukanlah dukungan terhadap Rizieq Shihab dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik NU.

“Itu bukan dukungan untuk Rizieq, menurut saya Rizieq berhak pulang, WNI, muslim dan dari sisi persaudaraan,” katanya.

Saat ditanya Isfah enggan membeberkan alasan mengapa ia membuat video tersebut, ia menegaskan video tersebut hanyalah upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Sebelumnya Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi mengatakan kiai NU protes karena belum mendengar alasan masuk akal Presiden menunjuk Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

“Orang belum ketemu alasan logisnya seperti apa. Kenapa Pak Presiden yang punya hak prerogatif itu meletakkan begitu? Memutuskannya seperti itu? Itu yang jadi soal ya,” ujar Masduki.

Akan tetapi sehari kemudian Presiden Joko Widodo menunjuka Zainut Tauhid yang mana adalah kader NU sebagai Wakil Menteri Agama.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker