Berita UtamaNasional

Gempa 6,8 skala Richter di Ambon Menewaskan 20 Orang

findonews, AMBON – Setidaknya 20 orang tewas setelah gempa berkekuatan 6,8 mengguncang Ambon di Maluku pada Kamis (26/9) pagi, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pertama kali melaporkan gempa dirasakan pada pukul 6:46 WIB pagi dengan pusat gempa yang terletak sekitar 40 kilometer timur laut Ambon pada kedalaman 10 km, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

BMKG juga melaporkan bahwa gempa tersebut diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 5,6 pada pukul 07:39 WIB, dengan pusat gempa yang terletak sekitar 18 km timur laut dari ibukota provinsi Ambon pada kedalaman 10 km.

Dilansir The Jakarta Post, BNPB mengkonfirmasi bahwa 20 orang telah tewas akibat gempa tersebut. Beberapa korban telah diidentifikasi yang sebagian besar dihancurkan oleh bangunan yang runtuh.

Juru bicara BNPB Agus Wibowo menambahkan bahwa setidaknya 107 orang menderita luka-luka setelah gempa bumi.

Menurut BNPB, gempa bumi merusak beberapa bangunan dan fasilitas di Kabupaten Ambon dan Malteng, termasuk jembatan Merah-Putih, lebih dari 60 rumah, bangunan Universitas Pattimura, rumah ibadah dan kantor administrasi lokal.

Operator bandara milik negara PT Angkasa Pura I mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Bandara Internasional Pattimura di Ambon beroperasi seperti biasa setelah gempa bumi, dengan penerbangan masuk dan keluar dari bandara masih sesuai jadwal.

Pertamina memberi jaminan bahwa fasilitas penyimpanan bahan bakar dan pompa bensin di Ambon dan kota pesisir Masohi di Maluku aman setelah bencana, dengan hanya terminal bahan bakar di Wayame, Ambon, yang mengalami kerusakan ringan.

Gempa bumi menyebabkan pemadaman sementara di pusat Ambon, bagian dari Wayame, Tulehu dan Hitu menyusul gangguan pada sistem tenaga Maluku, perusahaan listrik negara PLN mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pada Kamis (26/9) pukul 13.00 WIB, listrik telah dipulihkan di semua daerah yang terkena dampak kecuali untuk Tulehu. PLN mengatakan sedang melanjutkan upayanya untuk menyelesaikan masalah ini.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker