Berita UtamaNasional

Fahri Hamzah Merasa Kemarahan Mahasiswa Tidak Wajar

findonews, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah merasa ada yang tidak wajar dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak RUU KPK dan RKUHP di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9).

Dilansir CNN Indonesia, Fahri mempertanyakan apa yang menyebabkan mahasiswa memiliki amarah yang begitu besar dan terjadi secara tiba-tiba.

“Ada semacam gumpalan kemarahan, aneh menurut saya. Enggak wajar ini,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9).

Fahri juga mempertanyakan kenapa mahasiswa marah saat UU KPK direvisi, padahal saat ia menjadi pembicara di sejumlah kampus dan mengatakan ingin membubarkan KPK, tidak ada mahasiswa yang marah.

Bahkan inisiator GARBI ini menuangkan keinginannya untuk membubarkan KPK kedalam sebuah buku yang berisi 500 halaman lebih, tetapi tidak ada yang marah.

“Sekarang kalau ada yang revisi UU KPK kokmarah? Orang saya sering bilang bubarkan KPK enggak masalah, sampai saya bikin buku isinya 500 halaman lebih, toksaya gambarkan,” ujar Fahri.

Fahri juga mempertanyakan reaksi mahasiswa terhadap RKUHP, ia mengaku merasa aneh terhadap mahasiswa yang menyampaikan penolakan begitu besar.

Padahal menurutnya, sejumlah besar dan tokoh-tokoh yang telah ditemui tim sosialisasi RKUHP tidak mempermasalahkan isi dari RKUHP tersebut.

“Kedua, soal RKUHP. Penjelasan guru besar itu luar biasa. Orang di gunung, tokoh adat, agama segala macam, hampir semua fakultas hukum didatangi sama tim sosialisasi enggak masalah,” kata dia.

Karena hal-hal tersebut, Fahri merasa amarah mahasiswa yang menolak RUU KPK dan RKUHP secara besar-besaran itu tidak masuk akal.

“Nahitu yang saya cium aneh. Enggak masuk di akal saya,” ucapnya.

Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi demonstrasi menolak RUU KPK dan RKUHP di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9).

Aksi demonstrasi mulai panas sekitar pukul 13.48 WIB ketika massa mulai melempar botol ke arah dalam Gedung MPR/DPR/DPD, mahasiswa juga memblokade jalan tol dalam kota hingga mengakibatkan lalu lintas terganggu sekitar sejam kemudian.

Pada pukul 16.20 WIB bentrokan mulai pecah antara gabungan mahasiswa Indonesia dan aktivis dengan polisi setelah massa demonstrasi mencoba menerobos masuk Gedung MPR/DPR/DPD.

Polisi mulai menembakkan gas air mata dan meriam air untuk memukul mundur mahasiswa, kericuhan ini pun terjadi hingga malam hari.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker