Berita UtamaGaya Hidup

Dampak Jarang Mencuci Handuk

 

Dampak Jarang Mencuci Handuk
Foto : Internet

 

Findo – Handuk menjadi benda yang familiar karena selalu digunakan untuk mengeringkan tubuh usai mandi.  Meski sering digunakan, sebagain kalangan justru jarang mencuci handuknya.  Padahal handuk yang tidak dicuci dalam tempo yang lama bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Bukan membersihkan tubuh setelah mandi, handuk yang kotor justru berdampak buruk terhadap kesehatan kulit. Benda yang seharusnya jadi alat pembersih itu ternyata berpotensi besar menjadi sarang kuman.

Sebagian masyarakat Indonesia memiliki kebiasaaan mengganti handuknya rata-rata satu minggu sampai sampai satu bulan sekali. Padahal berdasarkan Badan kesehatan konsumen dan lingkungan di Amerika Serikat, idealnya handuk harus dicuci setelah 3-4 kali pemakaian. Menggunakan handuk yang sama untuk mengeringkan tubuh dan wajah dalam waktu lama, bisa memicu timbulnya penyakit. Ini karena handuk bisa meninggalkan bakteri, virus dan jamur.

“Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah Anda akan masuk ruang ICU, itu mungkin meski sangat jarang terjadi,” ujar Susan Whittier, PhD, direktur klinik pelayanan mikrobiologi di New York Presbyterian/Columbia University Medical Center.

Meskipun Anda dalam keadaan bersih saat mengeringkan tubuh dengan handuk, Anda tetap mentransfer bakteri kulit ke handuk yang Anda pakai. Bakteri itu kemudian akan terus bertambah dan berkembang biak dari hari ke hari.

Umumnya, mengeringkan tubuh dengan handuk yang dipenuhi oleh bakteri kulit Anda sendiri tak akan menyebabkan Anda sakit. Tapi, jika Anda membawa bakteri patogen seperti MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus, infeksi kulit yang bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti paru dan jantung. Sehingga, bisa membahayakan nyawa.), karena sekitar 10% orang sehat bisa membawa ini yang kebetulan kulitnya kering, pecah-pecah atau ada luka pada kulit, jelas Whittier.

Jika infeksi MRSA sudah menyebar hingga masuk ke dalam darah, sudah pasti Anda akan terbaring di rumah sakit. Pada orang dengan MRSA, meski rutin mencuci handuknya setelah empat kali pemakaian, kemungkinan infeksi akan tetap ada.

Kalaupun Anda tak mencuci handuk setelah pemakaian keempat kali, Anda memang takkan langsung terkena infeksi jamur. “Orang yang sehat tidak akan membawa jamur pada kulit mereka. Jamur bukanlah bagian dari kulit normal,” ujar Whittier.

Tak ada jamur pada kulit, berarti tak ada jamur pada handuk dan tak ada infeksi. Namun, ketika Anda mulai mencium bau tak sedap pada handuk yang dipakai, itu berarti jutaan bakteri telah bersarang di sana. Dan jika Anda tetap mengacuhkan, tidak mencuci dan menggantinya dengan handuk bersih, maka jutaan bakteri tersebut akan disapukan ke seluruh tubuh untuk “membersihkan” tubuh Anda.

Jadi, mulailah biasakan mengganti handuk setelah empat kali pemakaian. Selain itu, hindari bertukar handuk dengan siapapun, agar kulit dan tubuh tetap sehat.

 

Sumber : National Geographic

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker