Berita UtamaEkonomi & BisnisInternasionalNasional

CHAOS PENYELENGGARAAN UMROH, PLATFORM DIGITAL JUSTRU PERMUDAH JAMAAH

Adanya penghentian penerbitan visa umroh akibat Virus Corona (COVID-19) untuk jamaah Indonesia yang akan beribadah ke tanah suci sejak 28 Februari lalu telah menimbulkan dampak negatif yang dirasakan banyak pihak. Tidak hanya kepada jamaah, tapi juga berantai menimbulkan kerugian pada perusahaan travel (biro umroh), perusahaan penerbangan bahkan kerugian dari pendapatan visa bagi negara terkait, termasuk Kerajaan Arab Saudi. Saat penyelenggara umroh konvensional kelabakan, penyedia platform digital untuk umroh mandiri seperti UMRA.ID justru memberikan kemudahan kepada calon jamaahnya. “Ada fleksibilitas pengaturan penerbangan dan hotel untuk calon jamaah yang mendaftar umroh melalui UMRA.ID,” kata Ma’an Muadz, Direktur Utama Central Global Network selaku operator UMRA.ID di Jakarta (3/3).

“Platform umroh mandiri seperti di UMRA.ID memberangkatkan jamaahnya tidak dalam grup dengan blocking ticket, artinya tiket pesawat dan hotelnya FIT (Free Independent Traveler),” lanjut Ma’an. Dengan bantuan Customer Care yang siaga 24 jam, calon jamaah sama sekali tidak dirugikan dan lebih leluasa melakukan perubahan. Calon jamaah bisa mengubah jadwal sesuai kebutuhannya, baik refund, reissue maupun reschedule. “Tentu disesuaikan dengan kebijakan Arab Saudi, sistem kami juga tunduk pada regulasi Kemenag dan seluruh elemen perjalanan dilakukan dalam satu rangkaian termasuk visa,” jelas Ferry Ardian, Chief Technolgy Officer UMRA.ID

Sampai saat ini kapan aplikasi visa umroh ke Arab Saudi akan dibuka kembali masih menjadi tanda tanya besar. Edaran dari Kementrian Haji & Umroh Arab Saudi, Kementrian Kesehatan Arab Saudi hingga penjelasan dari KJRI di Jeddah dan maskapai penerbangan bersliweran dan membawa pesan yang belum bisa dikonfirmasi tentang kepastian dibukanya kembali kesempatan umroh. Dengan jumlah jamaah umroh dari Indonesia sebanyak 1,2 juta orang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Jatim Mochammad Sufyan Arie menyebut angka kerugian penyelenggara umroh minimal Rp 38 Milyar per hari.

Di sisi calon jamaah, kegagalan keberangkatan ini juga merupakan pukulan. “Ada yang telah menabung lama untuk berangkat umroh. Ketidakpastian ini menekan secara psikologis,” jelas Ma’an. Untuk itulah sedari awal ketika perusahaannya mengembangkan UMRA.ID, tren gaya hidup dan perilaku jamaah yang makin menuntut fleksibilitas menjadi targetnya. Ketika ditanya apakah UMRA.ID mengalami kerugian akibat aturan larangan umroh dari Arab Saudi, Ma’an tidak menyebutkannya secara spesifik. Ia menyatakan bahwa jumlah kunjungan dan pengguna UMRA.ID sejak diluncurkan akhir 2019 lalu naik drastis hingga 40.000 kunjungan dengan total 1000 member/ subscribers. “Perusahaan kami yakin ketika keran visa umroh kembali normal, akan ada lonjakan signifikan,” pungkas Maan.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker