Berita UtamaSains & Teknologi

CEGAH PEMBOBOLAN DATA NASABAH, FINTECH DIHARAPKAN PERKUAT IT

Jakarta, findonews.com – Industri fintech peer to peer di Indonesia berkembang sangat cepat. Hal itu juga membuat tantangannya juga cukup besar. Salah satunya adalah kebocoran data nasabah. Industri fintech pun diminta memperkuat servernya.

Fithra Faisal Hastiadi, Pengamat ekonomi digital Universitas Indonesia mengatakan, keandalan sistem informasi dan teknologi (IT) merupakan salah satu tantangan yang harus disikapi secara serius oleh para pelaku di industri fintech. Karena, sering kali terjadi pencurian data pribadi nasabah yang disebabkan lemahnya perlindungan terhadap server yang dimilikinya.

“Peningkatan standar enkripsi menjadi salah satu poin penting yang harus segera dilaku­kan,” ujar Faisal kepada Rakyat Merdeka di Jakarta.

Selain tantangan IT, industri fintech juga menghadapi tan­tangan lainnnya, yaitu anca­man kegagalan pembayaran. Ancaman ini merupakan hal yang cukup berbahaya terlebih jika jumlah nasabah yang gagal membayar cukup banyak karena dapat mengganggu keberlang­sungan pelaku industri fintech.

Namun, ancaman gagal bayar ini dapat diantisipasi salah sa­tunya dengan melakukan edu­kasi kepada nasabahnya agar meminjam sesuai kebutuhan dan memperhitungkan kemam­puan membayar. “Perlu ada edukasi mengenai fintech kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, pelaku industri fintech juga perlu me­nyikapi potensi rencana bisnis yang tidak berjalan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, pelaku industri pinjaman online harus benar-benar memahami kondisi dan ceruk pasar nasabah yang ada di Indonesia.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan, dari 99 fintech yang terdaftar, ada beberapa fintech yang mencatatkan angka NPL-nya hingga 3 persen. Ber­dasarkan data OJK per Februari 2019, rasio pinjaman macet lebih dari 90 hari sebesar 3,18 persen. Sedangkan untuk rasio pinjaman kurang lancar dari 30 hari hingga 90 hari di angka 3,17 persen.

Ia menilai, kemudahan pemberian pinjaman yang dilaku­kan fintech berbeda dengan per­bankan. Kelonggaran ini membuat potensi NPL menjadi besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker