Berita UtamaInternasional

Badan Penguasa Baru Mengantar Sudan Menuju Pemerintahan Sipil

findonews, JAKARTA – Perdana Menteri baru dan dewan yang berdaulat dengan anggota militer dan sipil telah dilantik di Sudan, mengawali era baru di negara itu setelah konflik berbulan-bulan.

Dilansir Al Jazeera, Abdalla Hamdok, yang dipilih oleh gerakan protes untuk menjadi PM sumpah jabatan Rabu (21/8) malam di ibukota, Khartoum.

Hamdok memiliki 21 hari untuk memberikan nama kabinet dengan 20 anggotanya, tidak termasuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan karena akan dipilih oleh militer di dewan yang berdaulat.

Dewan yang berdaulat terdiri dari enam warga sipil dan lima tentara akan memerintah Sudan selama kurang lebih tiga tahun hingga pemilihan umum dapat diadakan.

Mereka menggantikan Dewan Militer Transisi (TMC) yang mengambil alih kekuasaan pada bulan April setelah penguasa sebelumnya, Omar al-Bashir dikudeta karena protes massa selama berbulan-bulan terhadap pemerintahannya yang hampir tiga dekade.

Pelantikan terjadi beberapa hari setelah TMC dan Pasukan Kebebasan dan Perubahan (FFC) menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan.

Pemimpin TMC, Jenderal Abdul Fattah al-Burhan juga dilantik sebagai ketua dewan pada Rabu (21/8) pagi. Dia akan memimpin selama 21 bulan kemudian dilanjutkan seorang pemimpin sipil selama 18 bulan selanjutnya.

Al-Burhan, 59 tahun, mengenakan baret hijau dan seragam kamuflase saat ia mengambil sumpahnya di hadapan hakim tinggi Sudan, satu tangan memegang Al-Quran dan yang lainnya memegang tongkat militer di bawah lengannya.

Sembilan anggota dewan lainnya mengambil sumpah jabatan mereka tak lama setelah itu. Anggota ke-11, seorang warga sipil, akan dilantik di kemudian hari, kata SUNA.

“Dengan dimulainya masa transisi, kami telah memasuki fase paling kompleks, fase pembangunan dan reformasi,” kata juru bicara Asosiasi Profesional Sudan, bagian penting dari FFC.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker