Berita UtamaEkonomi & Bisnis

3 jenis inovasi

Image: Inet
Image: Inet

 

Findonews – Tidak perlu menjadi perusahaan besar untuk berinovasi. Tidak juga perlu menunggu sampai ada ‘innovation system’ untuk melakukannya. Setiap organisasi bisa melakukan inovasi, berbeda pada setiap level dan kepentingannya.

Dalam buku bisnis, inovasi dibagi 3 jenis :

  • INOVASI PRODUK meliputi apapun yang berkait tentang jasa atau produk yang ditawarkan. Misalkan kemasan (diperbagus, diperkecil), bentuk barang (diubah lebih up to date), jumlah layanan ditambah (sebelumnya haji-umroh, ditambah dengan wisata Islam dan ticketing), atau jumlah produk dikurangi (agar lebih fokus),
  • INOVASI PROSES meliputi sistem kerja atau operasional. Misalkan waktu pengiriman 5 hari jadi 4 hari. SMS pertanyaan pelanggan biasa dijawab dalam 10 menit jadi 5 menit. Keluhan pelanggan sebelumnya hanya via telpon diperbarui melalui email dan social media. Order pelanggan dipermudah melalui whatsapp atau aplikasi khusus.
  • INOVASI KORPORAT meliputi aksi strategis, misalkan mengajak investor baru, go multi-national, bermitra strategis dengan perusahaan besar, rebranding, mengganti manajemen, reorganisasi agar manajemen lebih ramping dan lincah atau berinvestasi dengan mengakuisisi perusahaan lain.

Pada level tertentu, inovasi menjadi semacam budaya (culture). Inovasi didapat dari INSIGHT semua karyawan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan dan melihat apa yang terjadi di luar (tren pelanggan, perilaku pesaing, perubahan iklim ekonomi). Perlu dicatat, inovasi adalah soft competence yakni paradigma di dalam organisasi termasuk karyawannya. Namun ia harus diberi ruang untuk tertuang dalam hasil kerja supaya berimpak pada perusahaan.

Bagaimana cara menumbuhkan kecepatan inovasi di dalam organisasi? Salah satunya adalah menumbuhkan budaya belajar baik berbentuk FORMAL seperti pelatihan, seminar, workshop maupun yang INFORMAL seperti sharing session rutin, baca buku, bedah buku, kunjungan benchmarking ke perusahaan lain atau ikut bergaul di asosiasi industri sejenis.

Di sisi lainnya, top management perlu menciptakan iklim terbuka, senang berbagi, mempersilakan karyawan berkreasi dan mencari terobosan baru, mentolerir kesalahan (yang tidak fatal dan dalam konteks mencoba hal baru dan bukan terkait integritas dan kejujuran) serta melakukan rotasi rutin agar suasana kerja tetap fresh dan challenging. (end-findonews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker