Wednesday, 19 December 2018
Home / Berita Utama / Zadar, Kota Pesisir Pencetak Skuad Kebanggaan Kroasia

Zadar, Kota Pesisir Pencetak Skuad Kebanggaan Kroasia

Jakarta, Findonews.com – Walau hanya menjadi juara ke-dua dalam Piala Dunia Rusia 2018, nama Kroasia tetap “harum” di dunia.

Pasalnya banyak yang tak menyangkan kalau negara berpenduduk 4,2 juta jiwa ini mampu mengalahkan tim-tim unggulan untuk bertarung dengan sang jawara, Perancis.

Zagreb merupakan ibu kota Kroasia. Namun jangan lupakan juga kota pesisir Laut Adriatik, Zadar.


Kota ini menjadi kampung halaman beberapa anggota timnas Kroasia, Danijel Subasic, Sime Vrsaljko, Livakovic, dan sang kapten timnas Luka Modric.

Langit biru, pantai berpasir putih dan perairan yang tenang menjadi magnet untuk turis datang di musim panas setiap tahunnya.

Keindahan Zadar sampai dipuji penulis Alfred Hitchcock yang dalam salah satu novelnya menulis kalau pemandangan matahari terbenamnya sangat membuai.

Kota berpenduduk 75 ribu jiwa ini ikut meriah saat Kroasia melaju babak demi babak di Piala Dunia Rusia 2018.

Orang-orang menggunakan kaus timnas, rumah-rumah dihias bendera Kroasia. Penduduk Krosia memang sangat antusia jika negaranya berlaga di pertandingan olahraga dunia.

‘Zadar’s Heart – Made in Zadar’ (Kebanggaan Zadar – Berasal dari Zadar) merupakan tulisan dalam spanduk-spanduk bergambar muka anggota timnas Kroasia yang terbentang di sudut-sudut kota.

Modric lahir dan besar di sini. Modric kecil juga berlatih menyepak bola di Zadar.

Keluarganya punya sejarah hidup yang menarik, karena pernah berlindung di sebuah hotel dekat Zadar pada tahun 1991 ketika dimulainya perang menyusul pecahnya bekas negara Yugoslavia.

Dalam peristiwa itu, kakek Modric dibunuh oleh milisi Serbia.

Jovan Subasic, ayah dari penjaga gawang Daniel Subasic, mengatakan kalau putranya sudah mulai bermain bola sejak usia enam tahun.

“Saat itu ia melihat tak ada kiper di gawang, lalu ia meminta kepada pelatih untuk ditempatkan di sana. Sejak saat itu ia tak pernah meninggalkan posisinya,” kata sang ayah sambil tertawa.

Sang ibu, Boja Subasic, mengaku sering tak tahan melihat saat anaknya terjatuh di lapangan.

Kalau melihatnya, ia langsung memalingkan muka sambil berharap anaknya tak terluka.

Saat ini Modric berkarier di Real Madrid, sementara Subasic di AS Monaco.

Selain matahari terbenam dan tradisi sepak bola, Zadar memiliki banyak objek wisata yang patut didatangi.

Pantai Saharun disebut sebagai garis pantai terbaik di Kroasia. Keindahannya bahkan dibandingkan dengan pantai-pantai di Karibia.

Jika tak ingin berenang di pantai, turis bisa mendatangi sungai dan air terjun Skradinski Buk.

Kota ini juga memiliki tiga taman nasional yang menakjubkan; Paklenica, Plitvice Lakes dan Krka.

Yang gemar berfoto bisa mendatangi Monument to the Sun, berupa lantai dansa dengan lapisan solar.

Bisa juga datang ke Sea Organ, area kongko tepi pantai yang tempat duduknya mengeluarkan alunan harmonika saat ombak datang menggulung.

 

Check Also

Jose Mourinho Resmi Dipecat Manchester United

Jakarta, findonews.com – Manchester United, salah satu klub raksasa liga primer inggris resmi mengakhiri kerjasama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *