Home / Berita Utama / TEKAN HARGA BAWANG, 20 TON KOMODITAS BAWANG DIGELONTORKAN DALAM OPERASI PASAR

TEKAN HARGA BAWANG, 20 TON KOMODITAS BAWANG DIGELONTORKAN DALAM OPERASI PASAR

Jakarta, findonews.com – Pemerintah melakukan operasi pasar untuk menekan harga bawang merah dan bawang putih. Tak tanggung-tanggung, 20 ton komoditas tersebut disalurkan ke 46 titik di berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Operasi pasar dilakukan sejak tanggal 12 hingga 16 April. “46 titik itu terdiri dari 39 pasar, 2 kecamatan dan 2 perumahan. Kami harapkan harga bisa kembali stabil dan normal,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi saat acara pelepasan Gelar Pangan Murah di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), di Jakarta, Jumat lalu.

Ia menjelaskan, operasi pasar targetnya untuk pasar eceran dan permukiman masyarakat kelas menengah ke bawah. Sehingga diharapkan kegiatan itu langsung berefek terhadap pergerakan harga bawang merah dan putih.

Ia juga merinci, dari total 20 ton bawang, terdiri dari 10 ton bawang merah dan 10 ton bawang putih. Bawang merah dilepas dengan harga Rp 20.000 per kilogram (kg). Harga itu lebih murah dari harga pasaran sebesar Rp 60.000 per kg. Dan 10 ton bawang putih dengan harga Rp 23.500 per kg. Harga itu juga jauh lebih murah dari pasaran Rp 55.000 per kg.

Selain bawang, pihaknya juga me­masok 4 ton cabe merah keriting dengan harga Rp 18.000. Harga itu lebih murah dari harga pasaran Rp 25.000 per kg.

“Semua komoditas terse­but didatangkan langsung dari gabungan kelompok tani,” ungkapnya.

Kata Agung, operasi pasar dilakukan sebagai bentuk peran Kementan ikut menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok yang pada akhirnya berkontribusi menurunkan in­flasi.

“Kami memiliki instrumen untuk berupaya menjaga stabi­lisasi harga pangan melalui Toko Tani Indonesia (TTI), dan TTI (Centre),” jelasnya.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyambut gembira operasi pasar dilakukan pemerintah. Karena, harga bawang merah dan bawang putih, masih cukup tinggi.

“Operasi pasar biasanya efek­tif walau sifatnya sementara. Kami harapkan harga bisa segera turun,” kata Mansuri.

Jika sudah turun, Mansuri meminta, tetap menjaga pasokan dua komoditas tersebut. Apalagi, tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Rama­dhan. Permintaan akan mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Mansuri juga meminta operasi pasar dilakukan lebih luas, tidak hanya di Jakarta saja. Tetapi di daerah-daerah lain. Karena kenaikan dua komoditas itu terjadi merata di bebagai daerah.

Mansuri meragukan keterse­diaan stok bawang putih yang diklaim masih banyak. “95 persen bawang putih kan berasal dari impor. Kalau tidak ada impor, dapat pasokan dari mana. Kalau memang tidak ada, sebaiknya impor saja,” ungkapnya.

Check Also

Apa Itu Teknologi 5G?

Gambar : Pandaily Perkembangan teknologi yang besar pada tahun 2019 akhirnya akan dimulai. Sistem jaringan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *