Wednesday, 19 September 2018
Home / Politik / Sun Tzu: Kegaduhan Itu Mengalihkan Perhatian mu

Sun Tzu: Kegaduhan Itu Mengalihkan Perhatian mu

source : internet
source : internet

The Art Of War” atau “Seni Perang Sunzi” (Hanyu Pinyin: Sūnzĭ Bīngfǎ) adalah sebuah buku filsafat militer yang diperkirakan ditulis pada abad ke-6 oleh Sun Zi(juga di sebut sebagai Sun Tzu). Terdiri dari 13 bab di mana setiap bagian membahas strategi dan berbagai metode perang. Karya ini merupakan karya tulis militer Tiongkok yang paling dihormati dan paling terkenal di luar negeri Tiongkok (wikipedia;red).

Dalam Seni Berperang Sun Tzu terdiri dari 13 Bab Strategi Militer Klasik yang terdiri dari: 1. Kalkulasi
2. Perencanaan 3. Strategi 4. Kekuatan pertahanan 5. Formasi 6. Kekuatan dan kelemahan 7. Manuver 8. Sembilan varuiasi 9. Mobilitas 10. Tanah lapang 11. Sembilan situasi klasik 12. Menyerang dengan api dan 13. Intelijen

Dalam Bab 6 tentang kekuatan dan kelemahan ada yang dinamakan taktik mengacaukan musuh dengan buat kegaduhan (kacaukan perhatian) musuh.

Mengapa diperlukan sebuah Kegaduhan untuk kacaukan perhatian alias mengalihkan perhatian dari musuh? Maksudnya agar Musuh menjadi lemah konsentrasinya dan larut didalam kegaduhan yang dibuat, dikuras perhatian konsentrasinya kepada kegaduhan maka tanpa sadar ada perubahan strategi yang sedang disiapkan untuk menghancurkan.

Percaya atau tidak, Hal tersebut seperti terjadi pada pemerintahan Jokowi pada saat ini.

Pemerintahan Jokowi memakai taktik Sun Tzu, dengan selalu membuat kegaduhan kegaduhan yang akan menarik perhatian rakyatnya (mengalihkan perhatian), demi sebuah kepentingan yang sedang dihadapi.

Salah satu contohnya adalah ketika Budi Gunawan, Rakyat seolah dibuat untuk ikut berpikir dan harus mengikuti perkembangan kasus tersebut, sementara disisi lain, ternyata Pemerintahan jokowi sedang sibuk berunding dengan Freeport untuk kelnajutan kontraknya.

Dalam politik hal tersebut memaang hal yang biasa terjadi, tetapi semuanya akan sampai titik jenuh dan titik kebingungan akan pembuatan settingan kegaduhan, hingga akhirnya Pemerintah selaku pelaku pembuat settingan harus terlibat dalam kegaduhan yang diciptakannya sendiri.

Rakyat kini dibuat gaduh terkait adanya informasi adanya anggota Kabinet Pemerintahan Jokowi yang ‘pecah’ kongsi karena diakibatkan oleh menteri yang tidak loyal kepada Presiden.

Yang mungkin menjadi menarik, Sun TzU lakukan hal tersebut (kegaduhan) kepada musuh yang akan dihadapi, Lalu pemerintah Jokowi lakukan hal tersebut (kegaduhan) kepada rakyatnya, apakah berarti Pemerintah Jokowi menempatkan rakyatnya sendiri sebagai musuh yang harus dihadapi.

Rakyat ditempatkan sebagai musuh yang harus dihadapi dan di taklukan

Lantas dulu, rakyat memilih sosok Jokowi tujuannya apa? apakah sebagai Pemimpin yang didambakan untuk memimpin negeri ini? ataukah untuk ditempatkan sebagai Musuh Bersama Rakyat?

Pertanyaan tersebut seolah menjawab, mengapa sampai detik ini, ternyata masih banyak ditemukan di sebagian besar Rakyat, yang tidak suka dan mengkritik kebijakan Jokowi sebagai presiden sehingga menempatkan sosok Jokowi sebagai musuh bersama

Hal tersebut membuktikan, Jokowi telah gagal sebagai pemimpin, Gagal didalam ‘menaklukan’ hati rakyatnya untuk menjadi bagian bersama kekuatan dirinya.

Karena Kesalahan terbesar Jokowi adalah penempatan posisi rakyat dimata pemerintahannya.

Mari kita tengok, Pemerintah Jokowi Menetapkan kenaikan harga BBM berdasarkan harga pasar dan ini seolah sebuah kebijakan tangan besi yang menempatkan rakyat harus tunduk pada keputusan tersebut, dan ini sebuah ironi kekuasaan, pemerintah tidak menempatkan posisinya bersama rakyat terlebih dahulu, mendampingi rakyat atas yang kebijakan yang akan dibuat kedepannya, istilah kalimat suka dan duka bersama rakyat.

Pemerintah Jokowi menempatkan diri seolah raja yang memiliki keputusan mutlak, dan seolah menjadi putusan Tuhan, Raja yang harus diikuti dan didengar.

Dan itu sebuah kesalahan terbesar didalam manajemen kepemimpinan sosok Jokowi.

Sebuah keironian, dipilih karena segala hal yang berbau Merakyat, tetapi akhirnya menjadikan Rakyat sebagi musuh yang harus dilawan dan ditaklukan

Check Also

Fahri Hamzah: Indonesia dan Ceko, Miliki Kesamaan Pandangan Dalam Membangun Demokrasi

Jakarta, Findonews.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima kunjungan kehormatan Ketua Senat Republik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *