Saturday, 15 December 2018
Home / Berita Utama / Stok Beras Medium Menipis, Pengusaha Memilih Produksi Beras Premium

Stok Beras Medium Menipis, Pengusaha Memilih Produksi Beras Premium

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Sepertinya Pemerintah butuh mempertimbangkan dalam mengevaluasi penggolongan jenis-jenis beras karena penggolongan itu diduga menyulitkan rakyat kecil mendapatkan beras murah (medium).

Pemerintah dalam hal ini membagi be­ras ke dalam dua golongan, jenis premium dan medium. Jenis premium adalah beras dengan kualitas lebih baik dari medium. Ciri beras premium antara lain lebih sedikit memiliki patahan, berwarna lebih cerah, dan memiliki kandungan air lebih sedikit. Oleh karena itu, harga beras premium lebih mahal dibandingkan beras medium.

Ketua Kontak Tani Ne­layan Indonesia (KTNA) Winarno Tohir menilai, harga beras medium mengalami kenaikan disebabkan pengusaha/petani penggilingan lebih tertarik memproduksi beras pre­mium.

“Tidak ada masalah den­gan stok beras di petani. Beras medium langka karena fakta di lapangan, penggilingan lebih memilih menjadi penyuplai beras premium daripada medium karena keuntungannya lebih besar,” jelas Winarno, pada akhir pekan.

Winarno melanjutkan, pola pikir pebisnis beras berubah sejak ada penggolongan beras. Padahal, sebelum ada penggolongan, tidak ada yang seperti itu. Menurut­nya, keberadaan stok beras medium hanya mengan­dalkan bekas sortiran dari beras premium. Akan tetapi, Winarno melihat kelangkaan beras medium bisa dicegah dengan cara pemerintah melaku­kan penyesuaian harga beras medium dengan mempertimbangkan inflasi tahunan. Karena, saat ini harga beras belum berubah sejak 2015.

Seperti yang telah diketahui, harga beras jenis medium menga­lami kenaikan belakangan ini. Harganya sudah diatas HET pemerintah Rp 9.450 per kilo gram (Kg). Pemerintah mensinyalir beras medium langka karena ada pihak melakukan praktik curang. Yakni, mengubah beras medium menjadi pre­mium.

Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan, menipisnya stok beras medium di pasar Cipinang telah terjadi sejak satu bulan lalu. Saat ini stok beras di Pasar Indiuk Beras Cipinang, 80 persen beras jenis premium. Hal ini pun menyebabkan kenaikan harga beras jenis medium dari sebelumnya Rp 8.700 per kg menjadi Rp 9.150 per kg.

Check Also

Fahri Hamzah : Jokowi Harus Hati-Hati Terkait Pengakuan La Nyalla

Foto : findonews.com Jakarta, findonews.com – Pengakuan eks politikus Partai Gerindra yang kini bergabung di Partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *