Wednesday, 19 September 2018
Home / Berita Utama / Saudi Tuding Qatar Terlibat Upaya Pembunuhan Raja Abdullah

Saudi Tuding Qatar Terlibat Upaya Pembunuhan Raja Abdullah

Jakarta, Findonews.com – Krisis diplomatik antara Arab Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir dengan Qatar masih berlanjut sejak pertengahan 2017 lalu.

Selain menilai Qatar mendukung aksi terorisme di kawasan, Riyadh menuduh Doha terlibat dalam upaya pembunuhan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Hal ini turut menjadi salah satu alasan pemutusan hubungan diplomatik.

“Qatar selama ini terlibat dalam upaya pembunuhan Raja Abdullah sekitar 10 tahun lalu. Qatar juga terlibat dalam sejumlah proyek-proyek terorisme dengan Muammar Gaddafi di Libya,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com di kediamannya di Jakarta, Senin (9/4).

Osama menyebut Saudi menemukan sedikitnya 200 jam rekaman percakapan antara pejabat Qatar, eks pemimpin Libya Gaddafi, dan sejumlah oknum lainnya yang dianggap teroris. Isi percakapan itu, paparnya, membicarakan rencana pembunuhan Raja Abdullah.

Rencana pembunuhan itu gagal. Osama menyebut Saudi juga berhasil menangkap beberapa orang yang terlibat dalam percakapan itu.

Namun, alih-alih menahan, Osama mengatakan Raja Abdullah memutuskan untuk memaafkan orang-orang itu dan membebaskan mereka.

Di lansir Al Arabiya, sekitar pertengahan 2017 lalu dokumen yang diungkap Saudi menyebut Gaddafi dan ayah dari Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Hamad bin Khalifa Al-Thani, sempat berdiskusi untuk merencanakan pembunuhan Raja Abdullah.

Rencana pembunuhan ini bermula dari keinginan Gaddafi untuk balas dendam kepada Saudi karena merasa tersinggung. Sekitar 2003 lalu, di tengah gelaran Pertemuan Tingkat Tinggi Liga Arab di Mesir, Gaddafi mengeluarkan pernyataan yang menyerang Saudi dan Raja Fahd.

Raja Abdullah yang saat itu masih menjadi putra mahkota meresponse pernyataan Gaddafi secara keras dengan menyindirnya bahwa ia bisa menjadi pemimpin Libya hanya karena bantuan negara Barat.

Gaddafi geram dengan pernyataan Raja Abdullah saat itu dan bersumpah ingin membalasnya. Sejak itu, disebut muncullah ide Gaddafi untuk membunuh Raja Abdullah.

Gaddafi sempat mencoba menghubungi sejumlah warga Saudi “pembangkang” di luar negeri terutama yang tinggal di London, Inggris, untuk meminta bantuan. Karena tak berhasil, Gaddafi lalu disebut menghubungi Emir Qatar saat itu Hamad bin Khalifa untuk bekerja sama merencanakan pembunuhan tersebut.

Menurut dokumen Saudi, Hamad bin Khalifa mengungkapkan kesediaannya membantu Gaddafi membalas perilaku Pangeran Abdullah yang menyinggungnya.

Sejumlah pejabat Qatar menolak permintaan tersebut karena khawatir terhadap konsekuensinya jika upaya tersebut gagal. Hal itu membuat marah Gaddafi.

Namun, Hamad bin Khalifa disebut berkeras membantu Gaddafi. Hamad bin Khalifa bahkan dikabarkan terbang langsung ke Libya dan bertemu Gaddafi untuk meyakinkannya bahwa Qatar siap membantu apa yang diinginkan Gaddafi.

“Ini salah satu dari banyak alasan mengapa kami memutus hubungan dengan Qatar,” kata Osama.

Ketika ditanya sampai kapan Saudi dan kawan-kawannya akan mengucilkan Qatar, Osama mengatakan semua itu bergantung pemerintahan Tamim bin Hamad.

Dia mengatakan jika Qatar bersedia melaksanakan seluruh tuntutan Saudi dan beberapa negara lainnya. Antara lain mengusir kelompok-kelompok yang dianggap teroris dari negaranya, hubungan diplomatik bisa kembali dibuka.

“Menentukan kapan pemutusan hubungan diplomatik berakhir itu bergantung pada Qatar. Mereka yang memutuskan. Kenapa? karena Qatar bagi kami mendukung terorisme. Di negara itu terdapat kelompok-kelompok yang kami anggap teroris seperti Ikhwanul, ISIS, dan Al Qaidah,” ucap Osama.

“Selama kelompok-kelompok itu bercokol di negara itu, berarti Qatar mendukung terorisme. Jika ingin krisis diplomatik ini berakhir, Qatar harus mengusir kelompok-kelompok itu dari negaranya. Bola ada di tangan Qatar. Kapan mereka menyetop keterlibatannya dalam aksi terorisme, Saudi akan membuka kembali perbatasan dan menjalin kembali hubungan diplomatik dengan Qatar,” kata dia.

Check Also

Rolls-Royce Digugat Rp 640 Miliar Oleh Garuda Indonesia

Jakarta, Findonews.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggugat Rolls-Royce. Menurut Garuda, perusahaan asal Inggris tersebut melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *