Wednesday, 13 December 2017
Home / Berita Utama / Saksi : Pertemuan-Pertemuan Awal Fahri dan Salim Bersifat ‘Pribadi dan Rahasia’

Saksi : Pertemuan-Pertemuan Awal Fahri dan Salim Bersifat ‘Pribadi dan Rahasia’

habib-salim-segaf-al-jufri

 

Findonews, Jakarta – Yadi Surya Diputra, sekretaris Fahri Hamzah dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyampaikan bahwa pertemuan-pertemuan antara Fahri Hamzah dengan Salim Segaf Al-Jufri (Ketua Majelis Syuro PKS) dalam rentang bulan Oktober sampai dengan Desember 2015 bukanlah pertemuan resmi karena tidak ada surat menyurat.

Pertemuan Fahri Hamzah dengan Salim dalam rentang bulan Oktober sampai Desember 2015 tersebut adalah masa dimana Salim meminta Fahri Hamzah mundur dari Wakil Ketua DPR.

Suryo panggilan akrab sekretaris pribadi yang melekat 24 jam mendampingi Fahri Hamzah, bertugas menjadwalkan agenda harian Fahri Hamzah baik yang bersifat pribadi maupun yang didasarkan pada adanya surat undangan. Dari keterangannya, terungkap bahwa Fahri Hamzah bertemu dengan Salim pada tanggal 10 oktober 2015, 1 Desember 2015, 11 Desember 2015 dan 16 Desember 2015. Rangkaian pertemuan tersebut tak ada satupun yang didasarkan surat panggilan.

Suryo menambahkan bahwa Fahri Hamzah hanya menyampaikan secara verbal bahwa akan ke DPP (Kantor DPP PKS atau MD Building, yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta). Lalu Suryo mencatatkan dalam agenda kegiatan sebagaimana umumnya Fahri Hamzah sering ke DPP PKS. Suryo juga tidak mengetahui apa isi pertemuan dengan Salim, karena Fahri Hamzah merahasiakannya. Di kemudian hari Suryo baru mengetahui bahwa pertemuan dirahasiakan Fahri Hamzah berdasarkan permintaan Salim sendiri, yang mengatakan bahwa pertemuan mereka bersifat pribadi dan minta untuk dirahasiakan.

Di samping itu, berdasarkan keterangan Suryo terungkap pula bahwa Fahri Hamzah taat azas mengikuti dan memenuhi segala prosedur dan proses pemanggilan di DPP PKS. Tercatat pertama kali Fahri Hamzah menerima surat panggilan dari BPDO tanggal 30 Desember 2016. Semua surat panggilan BPDO selalu dijawab tertulis oleh Fahri Hamzah baik terkait meminta penjadwalan ulang karena sedang berada di luar negeri maupun membalas untuk meminta penjelasan atas panggilan.

“Saya pertama kali menerima surat dari kurir DPP PKS adalah pada tanggal 30 Desember 2015 yang memanggil Fahri Hamzah untuk datang memberikan keterangan pada tanggal 4 Januari 2016. Fahri Hamzah yang sudah terjadwal ke Kuala Lumpur pada tanggal pemanggilan kemudian membalas surat tersebut dengan mengapresiasi tradisi formil surat menyurat dan meminta penjadwalan ulang serta juga meminta oenjelasan terkait apa Fahri Hamzah dipanggil,” demikian keterangan Suryo.

Masih berdasarkan keterangan Suryo, Fahri Hamzah memenuhi panggilan BPDO tanggal 11 Januari 2016. Tiga hari berselang yaitu tanggal 13 Januari 2016, Fahri Hamzah kembali menerima surat dari BPDO yang berisi panggilan untuk menghadiri sidang Majlis Qodho pada tanggal 19 Januari 2016. Fahri Hamzah yang sudah dijadwalkan mengadiri sidang parlemen negara Islam di Irak membalas surat tersebut dengan meminta penjadwalan ulang dan kembali meminta dasar panggilan serta hukum formil dan materil apa yang digunakan DPP PKS dalam menggelar persidangan. BPDO PKS kembali mengirim surat panggilan persidangan kedua dan lagi-lagi tidak memberikan menjawab pertanyaan Fahri Hamzah tentang pelanggaran apa yang dilakukan serta hukum formil dan materil apa yang akan dijadikan dasar persidangan.

Sidang hari ini, Rabu (24/8) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan 2 orang saksi dari pihak penggugat, Fahri Hamzah. Fahri Hamzah menggugat Presiden PKS, Ketua dan anggota Majelis Tahkim PKS, serta Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 17 Mei 2016 menyetujui permintaan provisi Fahri Hamzah. Dalam amar putusan setebal 36 halaman, Majelis Hakim memerintahkan para tergugat menghentikan semua proses, perbuatan atau tindakan dan pengambilan keputusan terhadap Fahri Hamzah atas posisinya sebagai anggota (kader) PKS, sebagai anggota dan sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Selain Suryo, kuasa hukum Fahri Hamzah juga mengadirkan Dwi Lestari yang juga sekretaris Fahri Hamzah yang bertugas mengarsip segala surat keluar dan masuk di kesekretariatan Fahri Hamzah.

Check Also

Suara-Suara Dunia Maya

  Oleh : Endy Kurniawan (Konsultan Media, Penulis Buku dan Pengamat Politik & Dunia Digital …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *