Tuesday, 25 September 2018
Home / Berita Utama / Rupiah Merosot ke Rp 14.700 Per USD, Terparah Sejak Awal Tahun

Rupiah Merosot ke Rp 14.700 Per USD, Terparah Sejak Awal Tahun

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Rupiah terus melemah dalam beberapa bulan terakhir. Hari ini rupiah tercatat menyentuh angka Rp 14.734 per USD, terparah sejak awal tahun.

Bhima Yudhistira dari Institute for Development of Economics and Finance mengatakan, pelemahan rupiah salah satu pemicunya dikarenakan oleh krisi yang sedang dialami oleh Turki dan Argentina dan rencana kenaikan suku bunga The Fed yang turut membuat Rupiah merosot. “Karena tekanan global dari kenaikan Fed rate meningkat, perang dagang AS China, dan ketidakpastian harga minyak mentah. Saat ini krisis di Turki dan Argentina jadi bara api yang menjalar secara sistemik ke negara berkembang,” ujar Bhima di Jakarta, Kamis (30/8).

Pelemahan Rupiah dalam jangka panjang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat karena biaya impor yang terus meningkat dan dibebankan pada harga jual ke konsumen juga. “Dampaknya kalau rupiah terus merosot akan membuat daya beli masyarakat anjlok karena biaya impor pangan naik dan kenaikan harga jualnya dibebankan ke masyarakat,” jelasnya.

Industri manufaktur juga merasakan imbasnya, biaya produksi dan beban utang luar negeri semakin mencekik. Hal tersebut berpotensi gagal bayar utang swasta dan dapat memperparah stabilitas di sektor keuangan. “Dari sisi domestik konsumsi rumah tangga melambat, defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan naik. Permintaan dolar untuk pembiayaan bunga dan cicilan pokok utang swasta dan pemerintah juga memberatkan rupiah,” kata Bhima.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia mengatakan, “Hari ini rupiah mencapai satu titik terendah yah dalam sekian tahun 14.700 kan? Jadi saya kira ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah juga sekarang, karena itu masalah ekonomi yang menjadi titik fokus kita,” tegasnya kamis malam (30/8).

Ia juga menyampaikan pemerintah tidak boleh anggap ini persoalan sepele karena depresiasi rupiah merupakan salah satu pemicu terjadinya krisis moneter. “Yang nanti swasta-swasta yang meminjam anggaran, utang dan sebagainya, kemudian jatuh tempo nggak bisa membayar karena beratnya kurs ya, begitu juga pembayaran dari utang pemerintah yang jatuh tempo dan seterusnya saya kira ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Fadli juga mengimbau agar pemerintah untuk memikirkan dan mengatasi pelemahan rupiah. “Ini kan sepertinya jatuhnya rupiah ini tidak ada daya, harusnya dari tim ekonomi pemerintah sekarang ini memikirkan bagaimana bisa menahan laju dari depresiasi rupiah kepada dolar Amerika,” tutupnya.

Check Also

29 September 00.00 WIB, Integrasi Tarif Tol JORR Mulai Berlaku

Jakarta, Findonews.com – Integrasi transaksi tol sebagai tahapan menuju transaksi tol menerus atau Multi Lane …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *