Saturday, 15 December 2018
Home / Berita Utama / Regulasi Yang Mencekik dan Aplikasi Digital Yang Menjamur Membuat Industri Perhotelan Resah

Regulasi Yang Mencekik dan Aplikasi Digital Yang Menjamur Membuat Industri Perhotelan Resah

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Regulasi Pemerintah tentang retribusi yang mencekik kantong pengusaha dan menjamurnya aplikasi pemesanan kamar membuat pelaku industri perhotelan dan pariwisata resah.

Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan jika saat ini banyak penyedia platform wisata digital yang tidak memiliki badan hukum.

“Kami resah. Seharusnya aplikasi digital memiliki ba­dan usaha tetap,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hal itu menimbulkan dampak hilangnya potensi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kawasan pariwisata dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Selain itu, ada beberapa resiko karena mudahnya memesan kamar secara online, aspek safety menjadi taruhannya dan rentan menjadi fasilitas kegiatan terlarang seperti teroris atau bahkan prostitusi.

Ada juga beberapa kebi­jakan dan perundang-undangan yang selama ini meng­hambat daya saing industri perhotelan dan pariwisata. “Kebijakan pajak dan retri­busi daerah, bentuk perizinan yang tidak lagi sesuai dengan dinamika industri,” tuturnya.

Menurut dia, pengusaha perhotelan mengeluhkan Per­aturan Pemerintah (PP) No 55 Tahun 2016 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). “Masa complimen­tary di hotel dan restoran juga dikenakan pajak,” katanya.

Pengusaha juga mengeluh­kan Undang-Undang No 28 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemun­gutan Pajak Daerah. “Ini kan daerah supaya cepat menin­gkatkan PAD akhirnya kon­sumen yang kena,” ucapnya.

Pelaku usaha perhotelan juga khawatir dengan pem­bahasan antara pemerintah dan DPR terkait Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air. Pelaku industri perhotelan menilai RUU ini, jika gol akan membangun ketidak pastian usaha.

“Pemberian izin penggu­naan sumber daya air un­tuk kebutuhan usaha kepada pihak swasta dapat dilakukan dengan syarat tertentu dan ketat,” tukasnya.

Check Also

Fahri Hamzah : Jokowi Harus Hati-Hati Terkait Pengakuan La Nyalla

Foto : findonews.com Jakarta, findonews.com – Pengakuan eks politikus Partai Gerindra yang kini bergabung di Partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *