Saturday, 18 August 2018
Home / Berita Utama / PP Perdagangan Online Belum Sah, Industri Digital ‘Galau’

PP Perdagangan Online Belum Sah, Industri Digital ‘Galau’

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Industri digital masih terombang-ambing karena belum disahkannya PP mengenai perdagangan online, aturan tersebut sangat diperlukan agar pelaku usaha industri perdagangan online di Indonesia menemukan kejelasan.

PP mengenai e-commerce yang mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 70 tahun 2013 terus digodok sejak 2017 lalu. Diharapkan tahun 2018 ini, PP e-commerce dapat segera disahkan. PP mengenai e-commerce ditu­jukan untuk memberikan keaman­an transaksi dalam perdagangan online. Selian itu, PP e-commerce juga memberikan kebijakan yang sama guna menjamin persaingan usaha antara industri e-commerce dengan industri ritel.

SVP Trade Partnership Merchant Sales Operation and Develop­ment Blibli.com Geoffrey Lew Dermawan mengatakan, sangat menantikan peraturan pemerintah mengenai perniagaan dalam jarin­gan disahkan. “Kami menunggu penerapannya akan mendorong usaha lokal seperti apa,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Geoffrey menyambut baik jika PP e-commerce bila bisa segera terbit. Dengan adanya aturan tersebut secara otomatis perda­gangan akan lebih rapi setelah peraturan ini berlaku dan posisi e-commerce di Indonesia akan semakin jelas. “Saat ini kami agak terombang-ambing, dalam arti kata sebetul­nya e-commerce ini adalah plat­form, penyedia jasa. Tidak bisa disamakan dengan eceran. Itu dua hal yang berbeda. Inti pokoknya masih ada celah,” kata dia.

Blibli.com sendiri, kata dia, tidak ada kendala secara op­erasional selama peraturan ini belum disahkan, bisnis mereka berjalan secara normal. “Tapi, bicara apa yang kita jalankan sekarang, ya, jalan saja, meski pun belum pasti. Tapi, kami harapkan dalam waktu dekat ada kepastian,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum Indo­nesian E-commerce Asocia­tion (idEA) bidang Hubungan External Rosihan Saqina men­gatakan, masih menunggu PP tentang e-commerce yang masih digodok oleh pemerintah. PP e-commerce masih dalam pem­bahasan intensif. “PP e-commerce masih dalam pembahasan intensif oleh ke­menterian dan lembaga terkait, idEA juga sedang menunggu kapan akan selesai dan disah­kan,”  ujarnya.

Belum adanya aturan baku mengenai e-commerce tidak membuat industri e-commerce lesu. Kinerja industri e-commerce masih berkembang baik saat ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemente­rian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti mengatakan, pengesahan PP mengenai perda­gangan online masih menunggu pembahasan tingkat menteri. “Tinggal tunggu waktu para men­teri terkait untuk dibahas di Kem­ko Perekonomian,”  ujarnya.

Check Also

Ada Untung dan Rugi Imbas Krisis Turki

Jakarta, Findonews.com – Jatuhnya ekonomi Turki beberapa hari belakangan memberikan imbas bagi pasar global, meski pelaku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *