Tuesday, 18 December 2018
Home / Berita Utama / PKS Klaim Jadi Korban Fitnah Spanduk Khilafah di Bekasi

PKS Klaim Jadi Korban Fitnah Spanduk Khilafah di Bekasi

Jakarta, Findonews.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak pernah memasang spanduk bertuliskan ‘Berkhidmat Dalam Naungan Khilafah Islamiyah’, yang sempat tersebar di sejumlah titik di Bekasi, Jawa Barat.

Spanduk yang menampilkan logo PKS tersebut dinilai sebagai fitnah untuk menjatuhkan partai dakwah itu.

“Itu fitnah. Ketua DPD PKS Bekasi sudah melaporkan ke kepolisian untuk mengusut siapa yang mencoba memfitnah PKS dengan spanduk semacam itu,” kata Humas PKS Dedi Supriadi kepada Findonews.com, Senin (4/6).

Warga Bekasi pada Kamis (31/5) lalu dihebohkan dengan spanduk ‘Berkhidmat Dalam Naungan Khilafah Islamiyah’ yang terbentang di sejumlah titik kota.

Salah satu spanduk tersebut ditemukan terbentang di flyover Jalan Tol Lingkar Timur Jatiasih, Kota Bekasi.

Spanduk itu turut mencantumkan logo dan situs resmi PKS. Di sisi lain, khilafah merupakan sistem pemerintahan yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dibubarkan oleh pemerintah dan dinyatakan terlarang berdiri di Indonesia.

Dedi menyebut selain di Bekasi, spanduk serupa juga ditemukan di Depok.

“Dua-duanya di Jawa Barat. Mau motifnya lokal atau nasional jelas merugikan PKS dan kami akan selalu bersikap tegas terhadap upaya fitnah seperti itu,” kata Dedi.

Ia enggan menyebut siapa pihak yang melancarkan fitnah kepada PKS melalui spanduk tersebut. Dedi hanya menduga fitnah kepada PKS ini terkait dengan tahun politik dalam konteks Pilkada 2018 dan Pemilu Presiden 2019.

“Kami minta pihak berwajib bisa mengusut itu. Bahkan, sebenarnya kalau kami tidak melaporkan, pihak berwajib tetap patut mengeceknya,” kata dia.

“Ini negara hukum, jadi kalau ada satu pihak menyerang pihak lain tentu ada aturan hukumnya,” imbuh Dedi.

Check Also

Jose Mourinho Resmi Dipecat Manchester United

Jakarta, findonews.com – Manchester United, salah satu klub raksasa liga primer inggris resmi mengakhiri kerjasama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *