Wednesday, 14 November 2018
Home / Berita Utama / Petani Dibebankan Pungutan Biodiesel Saat Harga Sawit Rendah

Petani Dibebankan Pungutan Biodiesel Saat Harga Sawit Rendah

Foto : Internet

Jakarta, Findonews.com – Petani kelapa sawit mengeluhkan rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang ada di Indonesia, sementara itu di Malaysia harga sawitnya bisa dikatakan bagus.

Mansuetus Darto selaku Ketua Umum Pengurus Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya harga sawit di Indonesia. Selain adanya pihak tertentu yang selalu mengkampanyekan  jika harga sawit di Indonesia baik-baik saja, petani juga dipersulit dengan adanya pungutan biodiesel yang dibebankan.

“Kalau tidak ada pungutan biodiesel, harganya akan sama. Karena dengan pungutan 50 dolar AS per ton itu oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit  atau BPDP-KS di dalam PP 24 Nomor 2015, mengurangi harga sawit petani sebesar 125 rupiah per kilogram,” jelas Darto, Rabu (10/10).

Ia juga mengatakan, dalam periode 2015-2016 saja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menghimpun dana Rp 18,34 triliun, dimana sebesar 89% di antaranya untuk subsidi hasil bahan bakar nabati (biofuel). Harga TBS yang berlaku di Indonesia tentu tidak selalu sama dengan praktik pembelian di tingkat pabrik.

“Malah cenderung di bawah harga itu. Sementara harga sawit di Malaysia yang diterima petani selalu sama antara ketentuan pemerintah dan praktek di lapangan bagi semua petani pekebun,” terangnya.

Bukan karena kampanye hitam yang sering disebutkan orang di Indonesia harga TBS yang rendah ini yang kemudian ingin menyembunyikan praktik buruk penentuan harga sawit di lapangan bagi petani plasma dan swadaya. Hingga hari ini, menurut catatan Darto harga sawit petani Indonesia dan Malaysia selalu berbeda.

“Saya mengambil harga sawit dari kedua negara ini di awal bulan Oktober 2018 ini, berbeda,” ujarnya.

Harga TBS di Malaysia dengan rata-rata sebesar 435 ringgit per  ton. Kalau dikonversi ke rupiah menjadi sebesar Rp 1.595.486,08 per ton TBS. Sementara, harga sawit yang diterima oleh petani di Indonesia di awal bulan September kemarin saja, rata-rata sebesar Rp 1.385.87 per kilogram. Dan jika di konversi ke hitungan per ton sama dengan Rp 1.385.870 per ton.

“Jadi harga di petani sawit kita tetap lebih rendah kok. Petani susah terus jadinya,” ujarnya.

Check Also

Izin First Media dan Bolt Bisa Dicabut Karena Dua Tahun Menunggak

Jakarta, Findonews.com – Pemerintah akan mencabut izin frekuensi 2,3 GHz yang digunakan First Media dan Bolt. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *