Monday, 20 November 2017
Home / Berita Utama / Permasalahan Utama Startup Indonesia

Permasalahan Utama Startup Indonesia

Foto: Inet
Foto: Inet

Findonews – Memang menjadi pertanyaan, ketika PHK sedang banyak terjadi di perusahaan-perusahaan nasional, banyak anak muda yang berbondong bergabung, atau mendirikan usaha rintisan. Menurut saya dorongan terjun ke startup lebih besar dari sekedar pekerjaan & uang. Ada idealisme yang diperjuangkan. Ada kesempatan berkembang yang ingin diraih.
Menarik untuk kita bahas. Usaha rintisan memang selalu ditanya: persoalan publik apa yang bantu dipecahkan, kontribusi mendasar apa yang bisa dilakukan dengan cara membuat ‘retakan’ di dalam bisnis? Kadang alasan-alasan itu yang membuat startupers bertahan, bukan uang dan stabilitas pendapatan. Energi perubahan, inovasi & kreasi memang ada di anak muda. Itu sebab pelaku usaha rintisan rata-rata belia.
Saya sempat bikin bahan berjudul “Startup Dilemma” untuk dibagikan ke beberapa rekan yang sedang semangat berusaha. Ini yang akan coba saya urai di bagian tulisan berikutnya.

Persepsi salah yang sering muncul adalah dikiranya #startup adalah = bikin aplikasi. Selesai meluncurkan aplikasi, tugas dianggap selesai. Orientasi startup adalah impact (social, business, etc), berarti perlu diukur pencapaian-pencapaiannya. Membuat dan meluncurkan aplikasi adalah opsional, dan baru sebagian kecil dari langkah membuat publik menggunakan solusi yang kita tawarkan. “Use of the internet doesn’t make the startup business becomes easier to develop”. Konon begitu & saya setuju.

Masalah startup yang ke-1 : organisasi. Termasuk diantaranya legalitas usaha. Komposisi founders (para pendiri) juga menentukan, kaitannya dengan 2 hal : skill & reputasi. Skill sebisa mungkin beragam agar bisa saling mengisi. Sedangkan reputasi founders penting karena yang orang percaya dari sebuah usaha rintisan adalah reputasi para pendirinya. Usaha rintisan pada tahap ini belum dikenal, belum dipercaya, belum menghasilkan apa-apa. Jadi tidak ada yang bisa ‘dijual’ selain core resources-nya, yaitu manusia pendirinya atau anggota timnya. Jika founders seluruhnya pemula, belum berpengalaman dan aksesnya tak luas, rekrutlah advisor atau mentor yang bisa mengakselerasi startup. Selain seputar masalah startup di bidang organisasi yang tak boleh dilakukan adalah masalah operasional, menyangkut keuangan, tugas & tanggung jawab personil, culture & values.

Masalah startup yang ke-2 : akses & ruang untuk tumbuh. Area ini menyangkut riset yang memadai, akses modal, Public Relations / media dan mentor. Penyebab utama startup yang saya sebut sebelumnya adalah masalah general rintisan di Indonesia, yaitu jejaring.

Masalah startup ke-3 : tidak bersedia di-scale up & tidak berorientasi jangka panjang. Tidak menjadikan sustainability & accessing global market sebagai tujuannya. Kata Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI), DR Tito Sulistio – saya pernah beberapa kali berbincang intensif tentang ekosistem digital Indonesia – secara singkat, masalah startup Indonesia ada pada (1) aspek legal, (2) manajemen keuangan dan (3) cita-cita (visi).

Itulah yang menyebabkan meski semangat & iklim startup lagi ‘hot’ – sedikit sekali startup Indonesia yang going global. Tapi tahun ini saya dengar ada 6 (atau 11) startup Indonesia yang ke final Startup Istanbul – selamat!

 

 

Check Also

Marquez Kuasai Tes Hari Ke-2 Valencia

Findonews.com – Hari kedua tes di Sirkuit Ricardo Tormo menjadi milik Juara Dunia 2017 Marc …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *